Harmol adalah senyawa alkaloid yang digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah terkait biokimia dan farmakologi. Bahan ini memiliki struktur kimia kompleks yang memungkinkan penggunaannya dalam penelitian tentang efek biologis dan interaksi molekuler. Harmol sering ditemukan dalam ekstrak tanaman tertentu dan memiliki aktivitas farmakologis yang menarik, sehingga menjadi bahan penting dalam laboratorium untuk studi tentang mekanisme biologis. Dalam konteks laboratorium, Harmol digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai reagen untuk analisis kualitatif dan kuantitatif.
Harmol memiliki sifat kimia stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap memerlukan penanganan yang hati-hati karena merupakan senyawa alkaloid yang bisa bersifat iritatif. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, Harmol cocok untuk eksperimen yang memerlukan kestabilan kimia selama jangka waktu tertentu. Selain itu, Harmol memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemisahan dan analisis dalam berbagai metode kimia.
Di laboratorium Indonesia, Harmol sering digunakan dalam penelitian terkait farmakologi, biokimia, dan ekstraksi tanaman. Bahan ini juga menjadi bagian dari program penelitian yang fokus pada pengembangan obat baru atau studi aktivitas biologis senyawa alami. Karena ketersediaannya yang relatif mudah dan biaya penggunaan yang terjangkau, Harmol menjadi pilihan yang populer di berbagai institusi penelitian di Indonesia.
Brosur TCI (PDF)
- Crude Medicine Ingredients for Cancer Research 2025-02-17 · hal. 1
- Alkaloids 2025-10-10 · hal. 6
- Harmol digunakan dalam penelitian farmakologi untuk menguji efek senyawa alkaloid pada sistem saraf.
- Bahan ini cocok untuk analisis kualitatif dalam identifikasi senyawa alkaloid dalam sampel tanaman.
- Harmol sering dimanfaatkan dalam sintesis senyawa kompleks untuk pengembangan obat baru.
- Bahan ini digunakan dalam eksperimen biokimia untuk mempelajari mekanisme aktivitas biologis.
- Harmol juga diterapkan dalam penelitian ekstraksi tanaman untuk mengeksplorasi potensi senyawa alami.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 487-03-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Alkaloids |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sinar matahari langsung |
Harmol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan di tempat yang sejuk serta kering. Hindari paparan langsung sinar matahari atau kelembapan berlebihan untuk menjaga kualitas dan stabilitas bahan. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi, seperti plastik atau gelas. Saat menangani Harmol, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Boles (1998). Effects of molybdate on the sulfation of harmol and α-naphthol. Toxicology doi:10.1016/s0300-483x(98)00029-8
- Xu dkk. (2024). Harmol used for the treatment of herpes simplex virus induced keratitis. Virology Journal doi:10.1186/s12985-024-02384-0
- Bondarenko dkk. (2018). Chemoselective aminomethylation of harmol. Chemistry of Heterocyclic Compounds doi:10.1007/s10593-018-2392-x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsAlkaloidsIndole Alkaloids
- Biochemicals and ReagentsCrude Medicine Ingredients for Research and Experimental Use
- Biochemicals and ReagentsEnzymes, Enzyme Inhibitors, Enzyme SubstratesEnzyme Inhibitors [Biochemicals and Reagents]
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchCrude Medicine Ingredients for Research and Experimental Use
