Halofuginone adalah senyawa turunan kuinazolinon yang dikembangkan dari febrifugin, alkaloid alami asal tumbuhan, dan kini dikenal luas sebagai reagen penelitian farmakologi molekuler. Senyawa ini digunakan di laboratorium untuk mempelajari jalur pembentukan kolagen, proses fibrosis, serta diferensiasi sel imun tertentu. Karena aktivitasnya muncul pada konsentrasi yang sangat rendah, halofuginone menjadi alat penelitian yang efisien untuk memicu atau menghambat respons seluler secara terukur dalam percobaan kultur sel maupun model eksperimental laboratorium.
Sifat yang menjadikan senyawa ini banyak dipilih adalah mekanismenya yang spesifik dan telah banyak dilaporkan dalam literatur, yaitu penghambatan enzim prolil-tRNA sintetase yang berimbas pada aktivasi respons kekurangan asam amino di dalam sel. Dampak turunan dari mekanisme ini meliputi penekanan sintesis kolagen tipe satu serta pengaruh terhadap jalur pensinyalan yang berkaitan dengan fibrosis dan diferensiasi limfosit penolong tipe tertentu. Struktur kuinazolinon dengan substituen halogen memberikan stabilitas kimia yang memadai untuk pekerjaan laboratorium rutin, sementara sifat basa lemahnya memudahkan penyiapan larutan induk dalam pelarut organik yang lazim dipakai pada uji biologis.
Di Indonesia, laboratorium farmakologi, biologi molekuler, dan bioteknologi kedokteran memanfaatkan reagen semacam ini untuk riset fibrosis hati, ginjal, dan paru yang relevan dengan beban penyakit setempat. Perlu ditegaskan bahwa produk ini diperuntukkan bagi keperluan penelitian dan percobaan laboratorium, bukan untuk penggunaan diagnostik maupun terapi pada manusia. Kemasan 100 mg umumnya mencukupi untuk banyak rangkaian percobaan karena dosis kerjanya rendah.
- Penelitian fibrosis jaringan, karena senyawa ini dikenal menekan sintesis kolagen tipe satu sehingga membantu menguji hipotesis mengenai penumpukan matriks ekstraseluler berlebih.
- Studi jalur respons kekurangan asam amino, sebab penghambatan prolil-tRNA sintetase memicu jalur pensinyalan stres nutrisi yang dapat diamati secara molekuler.
- Riset diferensiasi sel imun, karena pengaruhnya terhadap pembentukan subset limfosit penolong tertentu menjadikannya alat pembanding pada percobaan imunologi seluler.
- Uji tapis senyawa pembanding, di mana halofuginone sering dipakai sebagai kontrol positif untuk memvalidasi sistem uji penghambatan kolagen di laboratorium.
- Penelitian biologi sel kanker dan angiogenesis, sebab pengaruhnya pada remodeling matriks ekstraseluler relevan untuk mempelajari perilaku invasi sel tumor.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 55837-20-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Pharmaceutical Ingredients (for Research and Experimental Use) [USP Drug Classification] |
| Ukuran kemasan | 100 mg |
| Bentuk fisik | padatan/serbuk untuk keperluan penelitian |
| Penyimpanan | simpan dingin, kering, dan terlindung dari cahaya sesuai anjuran pada label produk |
Simpan halofuginone dalam wadah asli yang tertutup rapat pada kondisi dingin dan kering sesuai anjuran label, terlindung dari cahaya langsung. Karena senyawa ini aktif secara biologis pada kadar rendah, penimbangan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam atau kabinet penimbang serbuk untuk mencegah terhirupnya partikel halus. Kenakan sarung tangan nitril, masker, kacamata pelindung, dan jas laboratorium tertutup. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar serbuk tidak menyerap uap air. Larutan induk sebaiknya dibagi dalam alikuot kecil untuk menghindari pembekuan dan pencairan berulang. Kelola sisa bahan serta limbah larutannya sebagai limbah kimia berbahaya sesuai prosedur institusi.
- Pines dkk. (2015). Halofuginone — The Multifaceted Molecule. Molecules doi:10.3390/molecules20010573
- Pines (2014). Halofuginone for fibrosis, regeneration and cancer in the gastrointestinal tract. World Journal of Gastroenterology doi:10.3748/wjg.v20.i40.14778
- Çaydere dkk. (2025). Does halofuginone influence regeneration after peripheral nerve injury?. Journal of Orthopaedic Surgery and Research doi:10.1186/s13018-025-05758-4
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
