3,4-Dichlorophenyl Isocyanate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur kimia yang mengandung gugus isosianat, yang sangat reaktif dan berperan dalam pembentukan ikatan kimia baru. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk membangun molekul yang lebih kompleks, seperti obat, bahan kimia industri, atau bahan baku untuk reaksi polimerisasi.
Karena sifat reaktivitasnya, 3,4-Dichlorophenyl Isocyanate memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi lainnya, seperti hidroksil, amina, atau karbonil. Karakteristik ini membuatnya sangat diminati dalam sintesis senyawa heterosiklik dan senyawa dengan struktur kompleks. Selain itu, senyawa ini juga memiliki stabilitas tertentu dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses manipulasi dan penyimpanan dalam laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan bahan kimia industri. Peneliti lokal sering memanfaatkan bahan ini untuk membangun senyawa-senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi dalam bidang medis atau industri. Ketersediaan bahan ini secara lokal juga mendukung keberlanjutan penelitian dan pengembangan ilmu kimia di Indonesia.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Pembuatan bahan baku polimer untuk industri kimia
- Reaksi coupling dalam sintesis senyawa kompleks
- Penelitian tentang reaktivitas gugus isosianat dalam lingkungan reaktif
- Pengembangan bahan kimia industri dengan sifat tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 102-36-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifat reaktif dan potensinya sebagai bahan berbahaya, penanganannya harus dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pemakaian harus dilakukan di area laboratorium yang terkontrol dan tidak memiliki sumber reaktif lainnya.
—
