Isophytol, dengan nomor CAS 505-32-8, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Sebagai salah satu senyawa pembangun (building block), Isophytol memiliki struktur dasar yang dapat diubah menjadi berbagai senyawa kompleks melalui reaksi kimia. Produk ini sering digunakan dalam sintesis senyawa organik, terutama dalam reaksi substitusi dan reaksi penggabungan. Isophytol juga dikenal karena sifatnya yang stabil dan mudah bereaksi, sehingga menjadi bahan yang sangat diminati dalam penelitian kimia.
Isophytol memiliki sifat kimia yang sangat menarik, yaitu kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional lainnya. Senyawa ini bersifat tidak berwarna dan berbentuk cair, dengan titik didih yang relatif tinggi. Karena sifatnya yang tidak mudah menguap dan tidak beracun, Isophytol sangat cocok untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang membutuhkan kestabilan dan keamanan.
Di Indonesia, Isophytol digunakan secara luas dalam berbagai institusi pendidikan dan penelitian, seperti universitas dan laboratorium riset. Bahan ini sering dipilih karena keandalannya dan kemudahan dalam penggunaannya. Selain itu, Isophytol juga menjadi bahan bantu utama dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi dan industri kimia.
- Sintesis senyawa organik kompleks dengan reaktivitas tinggi
- Reaksi substitusi dan penggabungan dalam kimia organik
- Pengembangan senyawa farmakologis untuk penelitian obat
- Penelitian tentang struktur dan sifat senyawa kimia
- Pemrosesan bahan baku dalam pembuatan senyawa sintetik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 505-32-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 100mL |
| Bentuk fisik | Cair |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Isophytol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan ditempatkan di area yang sejuk serta kering. Hindari paparan sinar matahari langsung karena dapat memengaruhi stabilitas senyawa. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka untuk mencegah penguapan. Dalam penggunaan, selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Isophytol tidak beracun, tetapi tetap harus dianggap sebagai bahan kimia yang perlu dihandle dengan hati-hati.
- Api dkk. (2015). RIFM fragrance ingredient safety assessment, isophytol, CAS Registry Number 505-32-8. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/j.fct.2015.06.014
- Yerramreddy dkk. (2021). An Efficient Alternative to the Total Synthesis of Isophytol. Letters in Organic Chemistry doi:10.2174/1570178618666210813124123
- McGinty dkk. (2010). Fragrance material review on isophytol. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/j.fct.2009.11.015
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
