Isovanillic Acid (TCI I0295 645-08-9) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Senyawa ini memiliki struktur molekul yang tergolong sederhana namun sangat penting dalam sintesis senyawa kompleks. Isovanillic Acid sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan derivat fenolik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar untuk menghasilkan senyawa-senyawa yang memiliki berbagai aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan industri kimia.
Isovanillic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah bereaksi dengan berbagai reagen kimia. Senyawa ini bersifat tidak berwarna dan berbentuk padat, dengan aroma yang tidak terlalu menyengat. Karena sifatnya yang mudah bereaksi, senyawa ini sering dipilih dalam reaksi substitusi dan reaksi oksidasi. Ketersediaan dalam berbagai kemasan membuatnya mudah digunakan dalam berbagai skala eksperimen, baik kecil maupun besar.
Di laboratorium Indonesia, Isovanillic Acid digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik dan sintesis senyawa baru. Banyak institusi penelitian dan perguruan tinggi menggunakan senyawa ini untuk mengembangkan produk farmasi, bahan baku industri, dan penelitian material. Senyawa ini juga menjadi pilihan utama dalam laboratorium yang membutuhkan bahan baku kimia yang berkualitas tinggi dan mudah diperoleh.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Pembuatan derivat fenolik dalam penelitian material organik
- Reaksi substitusi dalam sintesis senyawa aromatik
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa fenolik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 645-08-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari sinar matahari langsung |
Isovanillic Acid harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan inert seperti plastik atau kaca, dan harus ditutup rapat untuk mencegah penguapan. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi uap. Senyawa ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlu dihandle dengan hati-hati untuk menjaga keselamatan di laboratorium.
- Hermawati dkk. (2025). Study and Characterization of Nitration of Isovanillic Acid Derivatives using NMR and Mass Spectroscopy. Chimica et Natura Acta doi:10.24198/cna.v13.n3.62271
- Silva dkk. (2020). INSECTICIDAL AND FUNGICIDAL ACTIVITY OF A MAGNESIUM COMPOUND CONTAINING ISOVANILLIC ACID AGAINST LEAF-CUTTING ANT AND ITS SYMBIOTIC FUNGUS. Química Nova doi:10.21577/0100-4042.20170693
- Witkowska-Piłaszewicz dkk. (2025). Mitohormesis and Regeneration: Natural Compounds Chlorogenic Acid (CGA) and Isovanillic Acid 3-O-sulfate (IVAS) Boost Muscle Cell Recovery in the Equine Athlete Model. Stem Cell Reviews and Reports doi:10.1007/s12015-025-10959-9
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
