Diphenyl Isophthalate (DPIS) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang khas, terdiri dari dua gugus fenil yang terikat pada atom karbon dari isofthalat. DPIS sering digunakan sebagai prekursor dalam pembuatan senyawa dengan struktur simetris atau heterociklik, serta dalam reaksi esterifikasi dan kondensasi. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan bantu yang sangat penting dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa baru atau modifikasi struktur molekul.
Karakteristik utama DPIS adalah kemurniannya yang tinggi dan stabilitasnya terhadap kondisi kimia umum. Senyawa ini tidak mudah terdegradasi dalam lingkungan laboratorium yang terkontrol, sehingga sangat cocok untuk digunakan dalam reaksi yang memerlukan kestabilan dan presisi. Selain itu, DPIS memiliki titik leleh yang tinggi dan tidak mudah menguap, sehingga memudahkan proses pemanasan dan pendinginan dalam reaksi kimia. Karena sifat-sifat ini, DPIS dipilih sebagai bahan utama dalam berbagai eksperimen kimia yang memerlukan keandalan dan konsistensi.
Di laboratorium di Indonesia, DPIS digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, baik di universitas maupun lembaga riset. Bahan ini menjadi pilihan utama para peneliti karena ketersediaannya yang relatif mudah dan keandalan sifat kimianya. Dalam konteks lokal, DPIS sering digunakan dalam penelitian tentang sintesis senyawa baru, pengembangan obat, dan studi struktur molekul. Karena itu, DPIS menjadi salah satu bahan penting yang selalu dicari oleh para ilmuwan di Indonesia.
- Sintesis senyawa organik kompleks karena struktur molekul yang stabil dan reaktif
- Reaksi esterifikasi untuk menghasilkan senyawa ester dengan struktur simetris
- Pengembangan senyawa heterociklik melalui reaksi kondensasi dan substitusi
- Penelitian tentang sifat fisika dan kimia senyawa dengan struktur fenil
- Modifikasi struktur molekul dalam studi tentang aktivitas biologis senyawa baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 744-45-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 10g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
DPIS harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan kelembapan. Penyimpanan di tempat sejuk dan kering sangat dianjurkan, serta jauh dari sumber panas atau sinar matahari langsung. Dalam penggunaan, pastikan alat dan wadah yang digunakan tahan terhadap reaksi kimia. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung untuk mencegah kontak langsung dengan bahan.
- Ebara dkk. (2003). Photosensitive poly(benzoxazole) based on precursor from diphenyl isophthalate and bis(o-aminophenol). Polymer doi:10.1016/s0032-3861(02)00784-x
- Oishi dkk. (1991). Caesium fluoride catalyzed synthesis of aromatic polyamide from 4,4′‐oxybis(N‐trimethylsilylaniline) and diphenyl isophthalate. Die Makromolekulare Chemie, Rapid Communications doi:10.1002/marc.1991.030120802
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
