Monosodium 5-Sulfoisophthalate (MSIP) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi lainnya dalam lingkungan laboratorium. MSIP sering digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan senyawa organik, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik dan polimer. Sebagai komponen dasar, MSIP berperan dalam pembentukan senyawa dengan sifat tertentu, seperti kekuatan ikatan atau reaktivitas.
MSIP memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif dalam lingkungan kimia tertentu. Senyawa ini bersifat larut dalam air dan memiliki tingkat keasaman yang rendah, sehingga cocok untuk digunakan dalam reaksi yang memerlukan kontrol pH. Karakteristik ini membuat MSIP menjadi pilihan yang tepat dalam berbagai aplikasi laboratorium, terutama dalam sintesis senyawa dengan struktur kompleks.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, MSIP sering digunakan dalam penelitian kimia organik dan industri farmasi. Bahan ini juga menjadi bagian dari kegiatan pendidikan di berbagai institusi penelitian dan universitas, sebagai bahan untuk eksperimen dan pengembangan senyawa baru. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti dan mahasiswa untuk memperoleh bahan ini secara langsung.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi dalam pembuatan polimer sintetis
- Pembuatan senyawa organik dengan sifat tertentu
- Eksperimen pendidikan untuk memahami reaktivitas senyawa kimia
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 6362-79-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan sinar matahari langsung |
MSIP harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindungi dari kelembapan untuk mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Bahan ini harus dihindari dari paparan panas berlebihan dan jauh dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif.
—
