2-Iodohippuric Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia di laboratorium. Senyawa ini termasuk dalam kategori peptida kimia dan sering digunakan dalam penelitian terkait metabolisme dan reaksi kimia kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai substrat dalam reaksi enzimatik. Karena sifat kimianya yang unik, senyawa ini juga digunakan dalam studi tentang reaktivitas dan interaksi molekuler.
2-Iodohippuric Acid memiliki struktur kimia yang kompleks, dengan gugus iodo yang memberikan sifat reaktif dan polaritas tertentu. Sifat ini menjadikannya cocok untuk reaksi substitusi dan reaksi kimia lainnya. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pelarutan dan penggunaannya dalam berbagai eksperimen. Karena kestabilannya dalam kondisi tertentu, senyawa ini sering dipilih untuk eksperimen yang memerlukan presisi dan konsistensi.
Di laboratorium Indonesia, 2-Iodohippuric Acid digunakan dalam penelitian biokimia, farmakologi, dan kimia organik. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk studi tentang metabolisme, aktivitas enzimatik, serta sintesis senyawa kompleks. Senyawa ini juga menjadi bahan penting dalam pengembangan metode analitik dan penelitian terapan.
- Digunakan dalam sintesis senyawa peptida untuk studi struktur dan fungsi molekuler
- Cocok untuk eksperimen enzimatik dalam penelitian biokimia
- Berperan dalam uji aktivitas farmakologis senyawa baru
- Digunakan dalam analisis kimia untuk memahami reaktivitas molekul
- Aplikasi dalam penelitian metabolisme dan proses biologis
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 147-58-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
2-Iodohippuric Acid sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung serta kelembapan tinggi. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau kaca. Pada saat penggunaan, pastikan untuk mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Senyawa ini bersifat kimia yang mungkin berbahaya jika terkena kulit atau mata, sehingga perlu dihindari kontak langsung.
- Cheki dkk. (2018). Preliminary Human Radiation Dose Estimates of PET Renal Agents, Para-18F-Fluorohippuric Acid and Ortho-124I-Iodohippuric Acid from Rat Biodistribution Data. Current Radiopharmaceuticals doi:10.2174/1874471011666180212123534
- Eersels dkk. (2001). O‐iodohippuric acid as stabilizer against deiodination of I‐123‐radiopharmaceuticals. Journal of Labelled Compounds and Radiopharmaceuticals doi:10.1002/jlcr.25804401330
- El-Shahawi dkk. (2003). Chemical and Thermodynamic Characteristics of the Isotopic Exchange Reaction between Radioiodine and Iodohippuric Acid Isomers. Analytical Sciences doi:10.2116/analsci.19.1331
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
