Diallyl Isophthalate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah terutama dalam bidang ilmu material dan polymer. Bahan ini berperan sebagai monomer yang dapat berpolimerisasi untuk membentuk senyawa kompleks dengan sifat fisik dan kimia tertentu. Dalam laboratorium, Diallyl Isophthalate sering digunakan untuk sintesis polimer, seperti resin epoksi atau bahan komposit, yang memiliki aplikasi luas dalam industri manufaktur dan teknologi.
Diallyl Isophthalate memiliki struktur kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi, sehingga memungkinkan reaksi polimerisasi yang efisien. Senyawa ini juga memiliki sifat termoplastik yang baik, menjadikannya pilihan ideal untuk eksperimen yang memerlukan proses pembentukan polimer dengan kontrol tinggi. Keberagaman aplikasi dan kestabilan sifat kimia menjadikannya bahan yang sangat diminati dalam penelitian ilmiah.
Di laboratorium Indonesia, Diallyl Isophthalate digunakan dalam penelitian kimia, material, dan teknik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium universitas, lembaga riset, dan perusahaan manufaktur yang membutuhkan bahan dasar untuk pengembangan produk baru. Dengan ketersediaan yang cukup dan kualitas yang terjamin, bahan ini menjadi pilihan utama para peneliti lokal.
- Sintesis polimer epoksi untuk pembuatan bahan komposit
- Pengembangan bahan isolator dalam bidang elektronik
- Eksperimen kimia untuk studi reaktivitas monomer
- Penelitian material baru dengan sifat termoplastik
- Pembuatan resin sintetis untuk aplikasi industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1087-21-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari sinar matahari langsung |
Diallyl Isophthalate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat kimia yang cukup stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam penggunaan, pastikan area kerja dilengkapi alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Simpan di tempat yang kering dan sejuk untuk mempertahankan kualitas bahan selama periode penggunaan.
- Cho dkk. (1996). Morphology and toughening behaviour of diallyl isophthalate resin/polyarylate alloy. Polymer doi:10.1016/0032-3861(96)83702-5
- Zuo dkk. (2007). Modification of Diallyl Isophthalate with Dimethacrylate Liquid Crystalline. Materials Science Forum doi:10.4028/www.scientific.net/msf.546-549.1609
- Yumagulova dkk. (2008). Copolymerization of diallyl isophthalate with methyl methacrylate and styrene in the presence of C60 fullerene. Polymer Science Series B doi:10.1134/s1560090408070026
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
