Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 119-30-2

5-Iodosalicylic Acid TCI I0538

5-Iodosalicylic Acid TCI I0538
Harga reguler Rp 1.485.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.485.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI I0538 5-Iodosalicylic Acid adalah turunan asam salisilat yang telah teriodinasi pada posisi lima cincin aromatiknya. Molekul ini membawa tiga gugus fungsi sekaligus dalam satu kerangka sederhana, yaitu gugus karboksil, gugus hidroksil fenolik pada posisi orto, dan atom iodium. Kepadatan gugus fungsi seperti ini menjadikannya blok bangunan yang sangat serbaguna di laboratorium sintesis, sebab satu bahan dapat mengantar peneliti menuju banyak arah turunan yang berbeda. Kerangka salisilat sendiri memiliki riwayat panjang dalam kimia bahan obat, kimia analitik, dan kimia koordinasi, sehingga versi teriodinasinya menarik minat luas.

Sifat yang membuat bahan ini dipilih berakar pada hubungan antara gugus karboksil dan gugus hidroksil yang bersebelahan. Keduanya membentuk ikatan hidrogen intramolekul yang menstabilkan molekul sekaligus menciptakan situs kelasi bidentat yang mampu mengikat ion logam dengan kuat. Atom iodium yang tersubstitusi meningkatkan keasaman gugus fenolik melalui efek penarik elektron, menambah bobot molekul dan kerapatan elektron yang berguna dalam kristalografi, sekaligus menyediakan titik sambung untuk reaksi kopling berkatalis logam transisi. Sebagai padatan, bahan ini mudah ditimbang dan dimurnikan kembali melalui rekristalisasi bila diperlukan untuk pekerjaan yang menuntut ketelitian tinggi.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan pada riset kimia koordinasi, sintesis senyawa aktif, pengembangan pereaksi analitik, dan penelitian bahan berpori di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian. Kemasan 25 g sesuai untuk laboratorium yang membutuhkan bahan dalam jumlah kerja menengah, misalnya untuk seri percobaan berulang, optimasi kondisi kristalisasi, atau pembuatan beberapa turunan sekaligus dalam satu periode penelitian.

  • Sintesis ligan pengkelat untuk kompleks logam, karena pasangan gugus karboksil dan hidroksil orto membentuk situs pengikatan bidentat yang kuat terhadap berbagai ion logam.
  • Pembuatan pereaksi dan indikator analitik, sebab turunan salisilat teriodinasi memberikan perubahan warna maupun sifat spektroskopi yang responsif terhadap keberadaan ion tertentu.
  • Reaksi kopling silang berkatalis paladium pada posisi iodium, mengingat ikatan karbon–iodium memungkinkan perluasan kerangka menuju turunan biaril dan alkuna aromatik.
  • Riset kimia medisinal berbasis salisilat, karena motif asam salisilat sudah mapan sebagai kerangka aktif dan penambahan iodium mengubah sifat lipofilik serta keasamannya.
  • Pembentukan ko-kristal dan kajian kristalografi, sebab atom iodium yang berat meningkatkan kontras hamburan sinar-X dan mendorong interaksi ikatan halogen yang terarah.

Merek TCI
Nomor CAS 119-30-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, tertutup rapat, terlindung dari cahaya

Simpan bahan ini dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, karena senyawa fenolik teriodinasi dapat berubah warna secara bertahap bila terpapar sinar dan udara lembap dalam waktu lama. Jauhkan dari basa kuat, oksidator, dan garam besi yang dapat bereaksi dengan gugus fenolik. Gunakan spatula kering dan bersih setiap kali menimbang, lalu tutup kembali wadah dengan segera. Kenakan sarung tangan, pelindung mata, dan jas laboratorium, serta hindari menghirup debu halus atau kontak dengan kulit. Buang sisa bahan melalui jalur limbah kimia laboratorium yang berlaku.

  • Smoleń dkk. (2017). The absorption of iodine from 5-iodosalicylic acid by hydroponically grown lettuce. Scientia Horticulturae doi:10.1016/j.scienta.2017.08.009
  • Popiołek dkk. (2022). RETRACTED: Searching for novel antimicrobial agents among hydrazide-hydrazones of 4-iodosalicylic acid. Biomedicine & Pharmacotherapy doi:10.1016/j.biopha.2022.113302
  • Popiołek dkk. (2026). Retraction notice to "Searching for novel antimicrobial agents among hydrazide-hydrazones of 4-iodosalicylic acid" [Biomedicine & Pharmacotherapy 153 (2022) 113302]. Biomedicine & Pharmacotherapy doi:10.1016/j.biopha.2026.119425

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.