N2-Isobutyryl-2'-deoxyguanosine dengan nomor CAS 68892-42-2 adalah deoksiribonukleosida guanosin yang gugus amino eksosiklik pada basa guaninnya telah dilindungi dengan gugus isobutiril. Di laboratorium kimia asam nukleat, senyawa ini menjadi bahan awal penting pada jalur pembuatan monomer sintesis DNA. Dari senyawa inilah gugus hidroksil 5' selanjutnya dilindungi dengan dimetoksitritil dan posisi 3' difosfitilasi hingga terbentuk fosforamidit deoksiguanosin yang dipakai mesin sintesis oligonukleotida untuk merangkai untai DNA sesuai urutan basa yang dirancang peneliti.
Sifat yang membuat senyawa ini banyak dipilih adalah perlindungan basa yang tepat pada guanin, nukleobasa yang paling reaktif dan paling rentan menimbulkan reaksi sampingan bila dibiarkan bebas selama sintesis. Amida isobutiril cukup kuat bertahan sepanjang siklus kopling dan oksidasi, namun dapat dilepas sepenuhnya pada tahap deproteksi akhir dengan amonia. Kedua gugus hidroksil pada gula deoksiribosa tetap tersedia untuk difungsionalisasi secara bertahap, memberi keleluasaan bagi peneliti menyusun strategi sintesis sendiri, termasuk membuat nukleosida termodifikasi yang tidak tersedia secara komersial. Mutu bahan yang konsisten dari TCI membantu menjaga kemurnian produk antara pada rangkaian reaksi yang panjang.
Laboratorium di Indonesia menggunakan bahan ini pada riset bioteknologi molekuler, kimia medisinal, serta pengembangan kapasitas sintesis oligonukleotida di perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Kemasan 100 mg cocok untuk percobaan penjajakan dan optimasi kondisi reaksi, sedangkan kemasan 1 g mendukung sintesis bertahap dengan kebutuhan bahan awal lebih besar. Penyimpanan dingin dan kering perlu diperhatikan sungguh-sungguh, mengingat kelembapan udara tinggi dapat memengaruhi mutu bahan asam nukleat selama masa simpan.
- Jalur pembuatan fosforamidit dG: berperan sebagai bahan awal terlindung basa yang diolah melalui tritilasi dan fosfitilasi menjadi monomer siap pakai bagi mesin sintesis DNA.
- Sintesis nukleosida termodifikasi: menyediakan kerangka deoksiribosa dengan basa yang sudah terlindung sehingga modifikasi selektif pada posisi 3' dan 5' dapat dikerjakan lebih terarah.
- Riset kimia medisinal antivirus dan antikanker: dipakai sebagai bahan awal pengembangan kandidat senyawa berbasis nukleosida yang menyasar proses replikasi materi genetik sel maupun virus.
- Studi kimia gugus pelindung: dimanfaatkan pada percobaan yang mengukur kestabilan dan laju pelepasan amida isobutiril dibanding pelindung basa lain pada berbagai kondisi deproteksi.
- Bahan acuan analitik: digunakan sebagai senyawa pembanding pada pengembangan metode kromatografi cair maupun spektrometri massa untuk memantau kemurnian antara pada sintesis oligonukleotida.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 68892-42-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Nucleic Acid Chemistry |
| Ukuran kemasan | 100 mg dan 1 g |
| Bentuk fisik | padatan atau serbuk |
| Penyimpanan | simpan pada suhu rendah dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari kelembapan |
Simpan N2-Isobutyryl-2'-deoxyguanosine dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di lemari pendingin atau freezer laboratorium sesuai anjuran label, dan sertakan desikan bila ruang penyimpanan cenderung lembap. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada permukaan serbuk dan mengganggu penimbangan maupun reaksi lanjutan. Gunakan spatula kering serta lakukan penimbangan di dalam kabinet timbang atau lemari asam, dan kenakan sarung tangan, jas laboratorium, serta kacamata pelindung selama penanganan. Tutup kembali wadah segera setelah pengambilan, pakai pelarut anhidrat pada tahap sintesis berikutnya, jauhkan dari basa kuat dan bahan pengoksidasi, serta kumpulkan limbah pada wadah organik berlabel jelas.
—
