2',3'-Dideoxyguanosine adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori nukleosida, digunakan secara luas dalam penelitian biokimia dan biomedis. Senyawa ini memiliki struktur mirip dengan guanosin, tetapi dengan modifikasi pada dua atom oksigen di posisi 2 dan 3, sehingga mengubah sifatnya secara signifikan. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai substrat dalam reaksi enzimatik.
Karena struktur kimianya yang spesifik, 2',3'-Dideoxyguanosine memiliki stabilitas tinggi terhadap beberapa reaksi kimia dan enzim. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian yang memerlukan kestabilan senyawa selama proses eksperimen. Selain itu, senyawa ini juga memiliki kemampuan untuk berikatan dengan nukleotida lainnya, sehingga sangat berguna dalam studi tentang interaksi molekuler.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian terkait biomedis, farmakologi, dan genetika. Peneliti lokal sering memanfaatkan senyawa ini untuk studi tentang mekanisme kerja obat, pengembangan terapi gen, dan analisis molekuler dalam diagnosis penyakit. Karena keberadaannya yang terjangkau dan kualitas yang terjamin, senyawa ini menjadi pilihan yang relevan untuk penelitian di berbagai institusi riset di Indonesia.
- Penelitian tentang mekanisme kerja obat dan pengembangan terapi antiretroviral
- Analisis molekuler dalam studi genetik dan penyakit degeneratif
- Sintesis senyawa kimia untuk pengembangan obat baru dan bahan biomedis
- Uji aktivitas enzimatik dalam reaksi biokimia dan metabolisme sel
- Penelitian tentang interaksi nukleosida dalam sistem biologis dan lingkungan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 85326-06-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Nucleosides, Nucleotides, Oligonucleotides |
| Ukuran kemasan | 250mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan kelembapan. Karena sifat kimianya yang stabil, penyimpanan dalam kondisi tersebut akan mempertahankan kualitas senyawa selama periode waktu yang lebih lama. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Selain itu, senyawa ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia yang tidak kompatibel untuk mencegah reaksi tidak diinginkan.
- Korba (1996). Liver-targeted antiviral nucleosides: Enhanced antiviral activity of phosphatidyl-dideoxyguanosine versus dideoxyguanosine in woodchuck hepatitis virus infection in vivo. Hepatology doi:10.1053/jhep.1996.v23.pm0008621175
- Korba dkk. (1996). Liver-targeted antiviral nucleosides: Enhanced antiviral activity of phosphatidyl-dideoxyguanosine versus dideoxyguanosine in woodchuck hepatitis virus infection in vivo. Hepatology doi:10.1002/hep.510230503
- MEHELLOU dkk. (2007). The Design, Synthesis and Anti-HIV Activity of a Selected Group of 2′,3′-Didehydro-2′,3′-Dideoxyguanosine (d4G) and 2′,3′-Dideoxyguanosine (ddG) ‘ProTide’ Derivatives. Antiviral Research doi:10.1016/j.antiviral.2007.01.063
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
