5-Iodo-2-methylaniline adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar atau bahan pembangun dalam sintesis senyawa heterosiklik. Sebagai senyawa aromatik dengan substituen iodo dan metil, 5-Iodo-2-methylaniline memiliki struktur yang sangat penting dalam pembuatan senyawa obat, bahan kimia industri, dan bahan organik.
Bahan ini memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi, terutama terhadap reaksi substitusi elektrofilik. Struktur molekulnya yang kompleks memungkinkan reaksi kimia yang beragam, seperti reaksi Friedel-Crafts, reaksi nitrasion, dan reaksi halogenasi. Karena sifat tersebut, senyawa ini sangat diminati oleh para peneliti dan pengguna bahan kimia di laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, 5-Iodo-2-methylaniline digunakan dalam penelitian kimia organik, sintesis senyawa obat, dan pengembangan bahan baru. Bahan ini sering dipakai dalam penelitian yang berkaitan dengan senyawa heterosiklik, yang memiliki banyak aplikasi dalam bidang farmasi dan kimia industri.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi elektrofilik dalam kimia organik
- Pembuatan bahan kimia industri yang memerlukan struktur aromatik
- Penelitian dalam bidang farmakologi dan sintesis senyawa aktif
- Pengujian katalis dan mekanisme reaksi kimia kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 83863-33-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
5-Iodo-2-methylaniline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat kimia yang mungkin memicu reaksi dengan bahan lain, sehingga harus disimpan terpisah dari bahan oksidator dan bahan reduktor. Selama penanganan, pengguna harus menggunakan peralatan pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah paparan langsung.
—


