Amil Laurate (TCI L0012 5350-03-8) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan formulasi produk. Sebagai salah satu dari senyawa building blocks, amil laurate memiliki peran penting dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam industri kosmetik, farmasi, dan industri pangan karena kemampuannya dalam berfungsi sebagai emulsifier, surfaktan, dan bahan aktif dalam formulasi.
Amil laurate memiliki sifat non-polar yang membuatnya mudah larut dalam pelarut organik seperti eter, kloroform, dan benzena. Karakteristik ini menjadikannya pilihan ideal dalam reaksi kimia yang membutuhkan interaksi antar molekul non-polar. Selain itu, bahan ini stabil dalam kondisi normal dan tidak mudah terurai, sehingga memperpanjang masa simpan produk yang menggunakan bahan ini.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, amil laurate digunakan secara luas dalam penelitian kimia, pengembangan produk, dan pendidikan. Bahan ini menjadi bagian dari kebutuhan dasar dalam laboratorium kimia dan industri yang berkembang di berbagai wilayah Indonesia.
Brosur TCI (PDF)
- Lipids 2025-12-17 · hal. 13
- Sebagai bahan bantu dalam sintesis senyawa organik kompleks
- Digunakan dalam formulasi produk kosmetik dan farmasi
- Bahan utama dalam pengembangan emulsifier dan surfaktan
- Dapat dimanfaatkan untuk uji sifat kimia dan fisika senyawa
- Cocok untuk eksperimen dalam bidang kimia organik dan teknologi pangan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 5350-03-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Amil laurate sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena bersifat tidak beracun dan tidak berbahaya dalam kondisi normal, bahan ini dapat ditangani dengan peralatan dasar laboratorium. Namun, tetap perlu mematuhi protokol keselamatan laboratorium seperti penggunaan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung.
—
