Butyl Laurate adalah ester yang terbentuk dari asam laurat, yaitu asam lemak jenuh berantai dua belas karbon, dengan n-butanol. Senyawa ini termasuk kelompok ester asam lemak rantai menengah yang secara luas dimanfaatkan sebagai bahan pembangun nonheterosiklik dalam sintesis organik. Di laboratorium, perannya mencakup penggunaan sebagai substrat model reaksi esterifikasi dan transesterifikasi, sebagai pelarut serta pembawa berdaya larut tinggi untuk senyawa lipofilik, dan sebagai bahan pembanding dalam kajian pelumas maupun plastisiser berbasis bahan terbarukan.
Sifat yang membuat Butyl Laurate banyak dipilih adalah kombinasi rantai hidrokarbon panjang dengan gugus ester yang relatif stabil, menghasilkan cairan berminyak dengan tekanan uap rendah, bau lembut, dan sifat pelumasan yang baik. Berbeda dari ester rantai pendek yang mudah menguap, ester ini bertahan pada suhu kerja tanpa cepat menghilang, sehingga nyaman dipakai pada percobaan yang berlangsung lama. Kelarutannya yang baik dalam pelarut organik dan ketidaklarutannya dalam air juga memudahkan pemisahan fase saat pemurnian produk reaksi.
Di laboratorium Indonesia, Butyl Laurate memiliki kaitan erat dengan industri oleokimia berbasis kelapa sawit dan kelapa yang menjadi sumber utama asam laurat nasional. Kelompok riset teknik kimia memakainya sebagai produk acuan ketika mengembangkan proses esterifikasi berkatalis enzim maupun asam. Laboratorium farmasi dan kosmetika memanfaatkannya sebagai emolien pembanding dalam formulasi, sementara laboratorium energi menelitinya sebagai komponen pelumas dan bahan penyimpan panas laten.
Brosur TCI (PDF)
- Lipids 2025-12-17 · hal. 13
- Produk acuan riset esterifikasi asam laurat, karena peneliti memerlukan standar murni untuk menilai konversi dan selektivitas reaksi yang mereka kembangkan.
- Substrat uji aktivitas enzim lipase, sebab ester rantai menengah ini dihidrolisis dengan laju yang mudah diukur pada kondisi percobaan standar.
- Pelumas dan fluida dasar pada pengujian tribologi, mengingat rantai panjangnya memberi lapisan film pelumas yang stabil dengan penguapan sangat rendah.
- Plastisiser berbasis bahan terbarukan dalam riset polimer, karena molekulnya menyisip di antara rantai polimer dan menurunkan suhu transisi gelas.
- Bahan emolien pembanding pada formulasi kosmetika, sebab teksturnya ringan dan daya sebarnya baik sehingga cocok sebagai pembanding bahan komersial.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 106-18-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 mL dan 500 mL |
| Bentuk fisik | cairan berminyak |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik |
Simpan dalam wadah kaca atau wadah yang tahan pelarut organik, tertutup rapat, di ruang sejuk, kering, serta berventilasi baik dan jauh dari sumber panas maupun nyala api. Meskipun ester ini tergolong tidak mudah menguap, sebaiknya botol tetap ditutup untuk mencegah masuknya uap air dan kontaminan. Jauhkan dari oksidator kuat dan basa kuat yang dapat memicu penyabunan. Kenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan pelindung mata saat menuang. Segera serap tumpahan dengan bahan penyerap inert karena lantai menjadi sangat licin.
- Żarska dkk. (2022). High pressure thermophysical characteristics of butyl caprate and butyl laurate as fully biorenewable components of biodiesel fuel. Fuel doi:10.1016/j.fuel.2022.124274
- Song dkk. (2008). Immobilization of lipase and catalytic synthesis of butyl laurate. Journal of Biotechnology doi:10.1016/j.jbiotec.2008.07.843
- Gandhi dkk. (1995). Studies on the lipozyme‐catalyzed synthesis of butyl laurate. Biotechnology and Bioengineering doi:10.1002/bit.260460102
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
