Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 624-45-3

Methyl Levulinate TCI L0044

Methyl Levulinate TCI L0044

Identitas Kimia

No. CAS
624-45-3
PubChem
CID 69354·SID 87572012
Rumus molekul
C6H10O3
Berat molekul
130.14 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
methyl 4-oxopentanoate
SMILES
CC(=O)CCC(=O)OC
InChIKey
UAGJVSRUFNSIHR-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 928.200,00
Harga reguler Harga obral Rp 928.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI L0044 Methyl Levulinate adalah ester metil dari asam levulinat yang mempertahankan gugus keton pada rantainya, sehingga tetap memiliki dua pusat reaktif meskipun gugus asamnya telah ditutup dalam bentuk ester. Senyawa ini berwujud cairan dan tergolong turunan biomassa yang banyak dikaji dalam penelitian kimia terbarukan. Di laboratorium, metil levulinat dimanfaatkan sebagai building block sintesis organik, sebagai pelarut alternatif dengan profil yang lebih ramah, serta sebagai senyawa acuan dalam penelitian esterifikasi produk turunan biomassa.

Dibandingkan asam induknya, metil levulinat menawarkan keunggulan praktis berupa wujud cair pada suhu ruang, keasaman yang jauh lebih rendah, dan kemampuan bercampur yang baik dengan berbagai pelarut organik. Sifat ini menjadikannya lebih mudah dipipet, diukur, dan dimasukkan ke dalam sistem reaksi tanpa perlu pemanasan awal. Gugus keton yang tetap bebas memungkinkan reaksi reduksi, kondensasi aldol, dan pembentukan cincin, sementara gugus ester dapat ditransesterifikasi, dihidrolisis, atau direduksi sesuai kebutuhan sintesis. Aroma dan volatilitasnya yang sedang juga membuatnya mudah dipisahkan melalui distilasi pada tahap pemurnian produk.

Di laboratorium Indonesia, metil levulinat banyak digunakan pada penelitian teknik kimia, katalisis, dan energi terbarukan, terutama dalam kajian aditif bahan bakar berbasis biomassa serta pengembangan pelarut hijau pengganti pelarut konvensional. Tersedianya tiga ukuran kemasan, yaitu 25 g, 100 g, dan 500 g, memberi keleluasaan bagi peneliti untuk menyesuaikan pembelian dengan tahap penelitian, mulai dari uji pendahuluan hingga eksperimen skala laboratorium yang berulang.

  • Building block sintesis organik, karena gugus ester dan ketonnya dapat dimodifikasi secara berurutan untuk membangun kerangka molekul target yang lebih rumit.
  • Senyawa acuan penelitian esterifikasi biomassa, sebab merupakan produk langsung dari asam levulinat sehingga memudahkan kalibrasi analisis konversi dan kinerja katalis.
  • Kandidat pelarut alternatif berbasis terbarukan, karena kemampuannya bercampur dengan banyak pelarut organik sekaligus berasal dari sumber bahan baku nabati.
  • Bahan kajian aditif bahan bakar, sehingga peneliti dapat menilai pengaruh ester levulinat terhadap sifat pembakaran dan karakteristik campuran bahan bakar.
  • Substrat uji reaksi reduksi selektif, karena adanya dua gugus karbonil berbeda menjadikannya model yang baik untuk menguji selektivitas reagen pereduksi.

Merek TCI
Nomor CAS 624-45-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g, 100 g, dan 500 g
Bentuk fisik cairan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan jauh dari sumber api

Simpan metil levulinat dalam wadah kaca tertutup rapat pada tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari nyala api, percikan listrik, serta sumber panas. Sebagai ester cair, bahan ini dapat menguap perlahan sehingga botol harus selalu ditutup segera setelah digunakan agar komposisinya tetap terjaga. Jauhkan dari oksidator kuat dan basa kuat yang dapat memicu hidrolisis maupun reaksi tak terkendali. Lakukan penuangan di lemari asam, gunakan sarung tangan tahan pelarut, pelindung mata, dan jas laboratorium, serta siapkan bahan penyerap untuk mengatasi tumpahan.

  • Wang dkk. (2021). Tetranuclear ruthenium clusters anchored on polyoxometalates catalyze the hydrogenation of methyl levulinate in water. New Journal of Chemistry doi:10.1039/d1nj03423e
  • Fang dkk. (2020). Highly dispersed Ni Cu nanoparticles on SBA-15 for selective hydrogenation of methyl levulinate to γ-valerolactone. International Journal of Hydrogen Energy doi:10.1016/j.ijhydene.2019.03.272
  • Peng dkk. (2014). Kinetics on the Acid-Catalyzed Decomposition of Methyl Glucosides to Methyl Levulinate. Journal of Biobased Materials and Bioenergy doi:10.1166/jbmb.2014.1471

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.