Linoleic Anhydride adalah anhidrida asam yang terbentuk dari dua molekul asam linoleat, sehingga menggabungkan reaktivitas gugus anhidrida dengan rantai asam lemak tak jenuh ganda yang panjang. Di laboratorium, bahan ini berperan sebagai reagen asilasi, yaitu senyawa yang memindahkan gugus linoleoil ke alkohol, amina, atau gugus fungsi nukleofilik lainnya. Peran tersebut menjadikannya alat penting bagi peneliti yang ingin memasang rantai lipid tak jenuh pada molekul target, misalnya pada pembuatan lipid sintetik, probe biokimia, atau bahan turunan berbasis asam lemak.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah reaktivitas anhidrida yang lebih tinggi dibanding ester biasa, namun lebih terkendali dan tidak menghasilkan gas asam seperti klorida asam. Reaksinya menghasilkan asam linoleat sebagai produk samping yang relatif mudah dipisahkan, sehingga pemurnian produk cenderung sederhana. Di sisi lain, gugus anhidrida sangat peka terhadap air dan mudah terhidrolisis, sementara ikatan rangkap gandanya rentan teroksidasi. Kombinasi kedua kepekaan ini menuntut penanganan dalam kondisi kering dan sedapat mungkin di bawah gas inert.
Di laboratorium Indonesia, reagen ini digunakan pada penelitian kimia lipid, sintesis bahan aktif, serta pengembangan surfaktan dan bahan modifikasi permukaan berbasis minyak nabati. Kepekaannya terhadap uap air membuat penanganannya menantang di iklim tropis, sehingga banyak laboratorium mengambilnya dengan jarum suntik kedap dan menyimpannya di lemari pendingin. Kemasan 1 g dan 5 g sesuai dengan sifat reagen ini yang dipakai dalam jumlah kecil dan sebaiknya tidak disimpan terlalu lama setelah dibuka.
- Reagen asilasi pada sintesis lipid, karena mampu memindahkan gugus linoleoil ke alkohol maupun amina tanpa menghasilkan produk samping asam klorida yang korosif.
- Pembuatan ester dan amida asam lemak, sebab reaktivitas anhidrida memadai untuk bereaksi pada kondisi ringan sehingga substrat peka tetap terjaga strukturnya.
- Modifikasi permukaan dan polimer, karena rantai tak jenuh yang tertanam memberi sifat hidrofobik serta titik ikat silang bagi reaksi lanjutan.
- Sintesis probe biokimia berbasis lipid, sebab gugus linoleoil dapat dipasang pada molekul penanda untuk mempelajari interaksi lipid dalam sistem biologis.
- Penyiapan bahan surfaktan dan emulsifier percobaan, karena penggabungan rantai lemak dengan gugus polar menghasilkan molekul amfifilik yang dapat diuji sifatnya.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 24909-68-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1 g, 5 g |
| Bentuk fisik | cairan berminyak yang peka terhadap kelembapan |
| Penyimpanan | simpan sejuk, kering, terlindung cahaya, sebaiknya di bawah gas inert |
Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya, dan sedapat mungkin di bawah atmosfer gas inert karena gugus anhidrida mudah terhidrolisis oleh uap air. Gunakan botol bersepta dengan jarum suntik kering untuk pengambilan agar botol tidak terpapar udara lembap. Jauhkan dari air, alkohol, amina, basa kuat, dan bahan pengoksidasi. Kenakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta bekerja di lemari asam karena bahan ini dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan.
—
