Lithium Cobalt(III) Oxide (LiCoO₂) adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam bidang katalisis dan kimia inorganik. Bahan ini memiliki struktur kristal yang stabil dan memiliki sifat oksidatif yang kuat, sehingga sering digunakan sebagai katalis dalam reaksi redoks. Dalam laboratorium, LiCoO₂ digunakan untuk mengkatalis reaksi kimia yang memerlukan transfer elektron, seperti dalam sintesis senyawa kompleks atau dalam proses oksidasi.
Lithium Cobalt(III) Oxide memiliki sifat kimia yang konsisten dan stabilitas fisik yang baik, sehingga memudahkan proses penggunaan dan penyimpanan. Bahan ini juga memiliki daya reaktivitas yang tinggi, yang membuatnya cocok untuk berbagai aplikasi laboratorium. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, LiCoO₂ menjadi pilihan yang andal untuk eksperimen yang memerlukan kestabilan bahan selama proses reaksi.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, Lithium Cobalt(III) Oxide sering digunakan dalam penelitian ilmiah dan pendidikan. Bahan ini menjadi bagian dari eksperimen kimia yang melibatkan katalisis, sintesis senyawa, dan analisis komposisi kimia. Ketersediaannya di pasar lokal menjadikannya mudah diakses oleh para peneliti dan mahasiswa yang membutuhkan bahan kimia berkualitas.
- Dalam sintesis senyawa kompleks, LiCoO₂ berfungsi sebagai katalis untuk mempercepat reaksi kimia.
- Bahan ini digunakan dalam eksperimen oksidasi untuk mempercepat proses transfer elektron.
- LiCoO₂ sering diterapkan dalam studi reaktivitas senyawa inorganik untuk mengeksplorasi sifat kimia.
- Bahan ini menjadi alat penting dalam penelitian baterai dan material elektroda.
- Dalam analisis komposisi kimia, LiCoO₂ digunakan sebagai standar untuk membandingkan hasil eksperimen.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 12190-79-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Main-group Elements |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari kelembapan |
Lithium Cobalt(III) Oxide harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber air untuk mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan. Bahan ini bersifat reaktif dan harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya. Penyimpanan dalam ruangan sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk mempertahankan kualitas bahan. Pemakaian harus dilakukan di area laboratorium yang terkontrol dan selalu mengikuti protokol keselamatan kimia.
- Visco dkk. (2014). Title III Lithium-Ion Battery Project – Lithium Cobalt Oxide, Lithium Nickel Cobalt Aluminum Oxide & Meso Carbon Micro Beads Domestic Manufacturing Development. ECS Meeting Abstracts doi:10.1149/ma2014-01/2/212
- Jiménez (2026). Glass synthesis via lithium cobalt(III) oxide electrode-active material and boric acid. Inorganic Chemistry Communications doi:10.1016/j.inoche.2026.116643
- Barros dkk. (2024). Recovery of lithium and cobalt from lithium cobalt oxide and lithium nickel manganese cobalt oxide batteries using supercritical water. Environmental Pollution doi:10.1016/j.envpol.2024.124570
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
