D-Mannitol adalah senyawa karbohidrat yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia. Sebagai gula alami, D-Mannitol memiliki struktur molekuler yang mirip dengan glukosa, tetapi dengan sifat fisik dan kimia yang berbeda. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian tentang metabolisme karbohidrat, pengujian stabilitas protein, dan sebagai bahan pengawet dalam larutan. Dalam laboratorium, D-Mannitol juga digunakan sebagai substrat dalam reaksi enzimatik dan sebagai bahan kontrol dalam analisis kuantitatif.
D-Mannitol memiliki sifat tidak larut dalam air dan memiliki titik leleh yang tinggi, sehingga memudahkan dalam proses pengeringan dan penyimpanan. Bahan ini tidak beracun dan memiliki stabilitas kimia yang baik, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium. Karena sifatnya yang tidak reaktif, D-Mannitol tidak mudah terurai dalam lingkungan normal, sehingga memperpanjang masa pakai produk.
Di laboratorium Indonesia, D-Mannitol sering ditemukan dalam penelitian farmakologi, biokimia, dan ilmu lingkungan. Bahan ini digunakan untuk memperkaya media nutrisi, menguji respons sel terhadap stres osmotik, serta dalam pembuatan larutan isotonic. Ketersediaannya yang luas dan kestabilannya membuat D-Mannitol menjadi pilihan utama dalam berbagai aplikasi ilmiah di Indonesia.
- Dalam penelitian biokimia, D-Mannitol digunakan sebagai substrat untuk enzim mannosidase untuk mempelajari aktivitas enzimatik.
- Dalam eksperimen farmakologi, D-Mannitol digunakan sebagai bahan pengawet dalam larutan obat untuk memperpanjang masa simpan.
- Dalam analisis kuantitatif, D-Mannitol digunakan sebagai standar untuk mengukur konsentrasi gula dalam sampel.
- Dalam penelitian lingkungan, D-Mannitol digunakan untuk menguji kemampuan mikroba dalam memecah senyawa organik.
- Dalam pembuatan media nutrisi, D-Mannitol digunakan sebagai sumber karbon untuk pertumbuhan mikroba dan sel.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 69-65-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
D-Mannitol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering untuk mencegah penyerapan kelembapan. Karena bersifat tidak reaktif, bahan ini tidak memerlukan perlakuan khusus selama penyimpanan. Namun, dalam penggunaan, pastikan untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, D-Mannitol harus ditangani dengan alat pelindung yang sesuai, seperti sarung tangan dan kacamata pelindung, untuk memastikan keselamatan kerja.
- Sharma dkk. (2004). Effect of vacuum drying on protein-mannitol interactions: The physical state of mannitol and protein structure in the dried state. AAPS PharmSciTech doi:10.1208/pt050110
- Sharma dkk. (2004). Effect of vacuum drying on protein-mannitol interactions: The physical state of mannitol and protein structure in the dried state. AAPS PharmSciTech doi:10.1007/bf02830578
- DORMAN dkk. (1990). Mannitol-Induced Acute Renal Failure. Medicine doi:10.1097/00005792-199005000-00003
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
