N-Methylaniline (CAS No. 100-61-8) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Sebagai salah satu senyawa pembangun dasar (building block), N-Methylaniline memiliki peran penting dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan obat, bahan kimia industri, dan senyawa aromatik. Karena sifatnya yang reaktif, N-Methylaniline menjadi pilihan utama dalam reaksi substitusi, kondensasi, dan reaksi lainnya yang memerlukan amina primer.
N-Methylaniline memiliki struktur molekul yang sederhana namun sangat reaktif, sehingga mudah bereaksi dengan berbagai reagen seperti asam, basa, dan agen oksidasi. Senyawa ini juga memiliki sifat volatil dan mudah menguap, yang memengaruhi cara penyimpanannya. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktif, N-Methylaniline menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti dan ilmuwan di berbagai bidang ilmu kimia.
Di laboratorium Indonesia, N-Methylaniline sering digunakan dalam penelitian kimia organik, pengembangan obat, dan produksi bahan kimia industri. Bahan ini sangat relevan dalam kebutuhan penelitian lokal yang berkembang pesat, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Ketersediaan dan kualitas produk ini mendukung kegiatan ilmiah yang berkelanjutan dan inovatif.
- Sintesis senyawa aromatik untuk pengembangan obat dan bahan kimia
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa nitrogen
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
- Pembuatan bahan baku untuk industri farmasi dan plastik
- Penelitian tentang reaktivitas amina primer dalam berbagai kondisi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 100-61-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Cairan berwarna kekuningan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
N-Methylaniline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan cahaya langsung. Bahan ini bersifat volatil dan mudah menguap, sehingga wadah harus rapat untuk mencegah penguapan. Penyimpanan dalam ruangan dengan ventilasi yang baik sangat dianjurkan. Selama penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena bahan ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata.
- Mossine dkk. (2018). N-(1-Deoxy-α-d-tagatopyranos-1-yl)-N-methylaniline (“d-Tagatose-N-methylaniline”). Molbank doi:10.3390/m994
- Leclerc (1990). Characterization of a bipolaronic form in poly(2-methylaniline). Journal of Electroanalytical Chemistry and Interfacial Electrochemistry doi:10.1016/0022-0728(90)87235-c
- Maeda dkk. (1993). Comparison of the thermal behavior of polyaniline, poly(o-methylaniline) and poly(N-methylaniline) electrodes in ZnSO4 aqueous solution. Synthetic Metals doi:10.1016/0379-6779(93)91125-l
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


