5-Methyl-3-heptanone dari TCI adalah keton alifatik bercabang yang dikenal pula dengan nama etil amil keton. Senyawa ini memiliki gugus karbonil di tengah rantai tujuh karbon dengan percabangan metil, sehingga memberikan keseimbangan antara polaritas gugus karbonil dan sifat hidrofobik rantai alkilnya. Di laboratorium, senyawa ini dimanfaatkan sebagai pelarut berdaya larut tinggi untuk resin dan pelapis, sebagai senyawa acuan pada analisis flavor dan fragrance, serta sebagai substrat model pada penelitian reaksi karbonil seperti reduksi, adisi nukleofilik, dan pembentukan enolat.
Sifat yang menjadikan senyawa ini dipilih adalah laju penguapannya yang relatif lambat dibandingkan keton ringan seperti aseton, sehingga sangat cocok untuk formulasi yang membutuhkan waktu kerja lebih panjang. Bentuknya berupa cairan tak berwarna dengan aroma keton yang khas, larut baik dalam pelarut organik umum namun hanya sedikit larut dalam air. Gugus karbonil yang terletak pada posisi tidak simetris dengan percabangan di dekatnya menghadirkan dua sisi alfa yang berbeda, kondisi yang sangat berguna untuk mempelajari regioselektivitas pembentukan enolat kinetik maupun termodinamik.
Laboratorium di Indonesia memanfaatkan 5-metil-3-heptanon pada penelitian cat, tinta, dan pelapis yang berkembang bersama industri manufaktur nasional, terutama untuk kajian daya larut resin dan pengaturan laju penguapan. Laboratorium flavor dan fragrance memakainya sebagai senyawa pembanding pada analisis kromatografi gas komponen aroma. Kelompok riset kimia organik di perguruan tinggi menggunakannya sebagai substrat latihan pada percobaan reduksi keton dan kondensasi aldol.
- Pelarut resin dan pelapis: daya larutnya yang kuat terhadap nitroselulosa, akrilik, dan alkid menjadikannya pilihan pada penelitian formulasi cat serta tinta cetak.
- Standar pembanding analisis aroma: dipakai sebagai senyawa acuan kromatografi gas pada identifikasi komponen keton dalam penelitian flavor dan fragrance.
- Substrat penelitian reduksi keton: gugus karbonilnya menjadi model untuk membandingkan kinerja natrium borohidrida, hidrogenasi katalitik, maupun reduksi enzimatik asimetrik.
- Kajian regioselektivitas enolat: kedua posisi alfa yang berbeda lingkungan sterik membuatnya sangat sesuai untuk mempelajari pembentukan enolat kinetik dan termodinamik.
- Pelarut ekstraksi bersuhu kerja sedang: penguapannya yang lambat membantu proses ekstraksi dan rekristalisasi yang memerlukan pelarut dengan titik didih lebih tinggi.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 541-85-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 mL, 500 mL |
| Bentuk fisik | cairan tak berwarna dengan aroma keton khas |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, jauh dari sumber api dan oksidator kuat |
Simpan 5-metil-3-heptanon dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di lemari bahan mudah terbakar, pada ruangan sejuk, kering, dan berventilasi baik serta terlindung dari sinar matahari langsung. Jauhkan dari nyala api, permukaan panas, dan oksidator kuat seperti asam nitrat atau peroksida. Lakukan penuangan di dalam lemari asam karena uap keton dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan serta menimbulkan rasa pusing pada paparan berkepanjangan. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Sediakan bahan penyerap tumpahan di dekat area kerja dan kumpulkan limbah pada wadah pelarut organik yang sesuai.
—
