Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 52328-05-9

O-Methylisourea Sulfate TCI M0411

O-Methylisourea Sulfate TCI M0411

Identitas Kimia

No. CAS
52328-05-9
PubChem
CID 11357018·SID 87572470
Rumus molekul
C4H14N4O6S
Berat molekul
246.25 g/mol
Kemurnian
>98.0%(N)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
methyl carbamimidate;sulfuric acid
SMILES
COC(=N)N.COC(=N)N.OS(=O)(=O)O
InChIKey
QSCPQKVWSNUJLJ-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 769.650,00
Harga reguler Harga obral Rp 769.650,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M0411 O-Methylisourea Sulfate adalah reagen guanidinilasi klasik yang dipasok dalam bentuk garam sulfat sehingga lebih stabil dan mudah ditangani dibandingkan basa bebasnya. Senyawa ini berfungsi sebagai pendonor gugus guanidin, yaitu gugus fungsi yang sangat basa dan bermuatan positif pada kondisi fisiologis serta banyak ditemukan pada asam amino arginin dan berbagai molekul aktif biologis. Di laboratorium, reagen ini digunakan untuk mengubah gugus amina primer menjadi gugus guanidin, baik pada molekul kecil hasil sintesis maupun pada residu lisin dalam penelitian modifikasi protein dan peptida.

Karakteristik yang membuat reagen ini dipilih adalah kemudahan penggunaannya pada sistem berair dengan kondisi basa ringan, sehingga reaksi guanidinilasi dapat berlangsung tanpa memerlukan pelarut organik khusus maupun peralatan rumit. Bentuk garam sulfat memberikan padatan kristal yang mudah ditimbang, cukup stabil pada penyimpanan yang benar, dan larut baik dalam air. Reagen ini juga bersifat relatif selektif terhadap gugus amina primer, sehingga peneliti dapat memodifikasi target tanpa mengganggu gugus fungsi lain secara berlebihan. Kesederhanaan prosedur inilah yang membuat metode guanidinilasi berbasis O-metilisourea tetap digunakan hingga kini.

Di Indonesia, reagen ini umum dipakai pada laboratorium biokimia dan proteomika, kelompok riset kimia medisinal yang merancang senyawa bergugus guanidin, serta unit penelitian sintesis heterosiklik bernitrogen di perguruan tinggi dan lembaga riset. Tersedianya kemasan 10 g dan 100 g memudahkan laboratorium menyesuaikan pembelian dengan skala kerja, mulai dari percobaan modifikasi peptida yang menggunakan bahan sedikit hingga sintesis senyawa antara dalam jumlah lebih besar.

  • Guanidinilasi amina primer: reagen ini mengubah gugus amina menjadi guanidin secara langsung pada kondisi berair basa ringan tanpa memerlukan katalis khusus.
  • Modifikasi residu lisin pada protein dan peptida: reaksi ini mengubah lisin menjadi homoarginin sehingga membantu penelitian proteomika dan pemetaan struktur protein secara terarah.
  • Sintesis senyawa heterosiklik bernitrogen: gugus guanidin menjadi prekursor pembentukan cincin pirimidin, triazin, dan berbagai kerangka heterosiklik lain di laboratorium sintesis.
  • Pembuatan kandidat senyawa aktif farmasi: motif guanidin yang sangat basa banyak diteliti karena kemampuannya berinteraksi kuat dengan target biologis bermuatan negatif.
  • Penyiapan senyawa pembanding analitik: turunan guanidin yang dihasilkan dipakai sebagai standar pada analisis kromatografi maupun spektrometri massa di laboratorium penelitian.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk M0411
Nomor CAS 52328-05-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 10 g dan 100 g
Bentuk fisik padatan kristal berwarna putih yang larut dalam air
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, dalam wadah tertutup rapat

Simpan reagen dalam wadah aslinya yang tertutup rapat pada tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan udara yang tinggi karena garam ini dapat menyerap uap air dan menggumpal sehingga menyulitkan penimbangan. Penggunaan desikator sangat dianjurkan bagi laboratorium di daerah beriklim lembap. Jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat, basa kuat, serta sumber panas. Lakukan penimbangan secara hati-hati agar serbuk tidak beterbangan, sebaiknya di dalam lemari asam, dengan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium terpasang. Siapkan larutan kerja segar dan kumpulkan limbah pada wadah berlabel sesuai prosedur.

—