Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 499-49-0

5-Methylisophthalic Acid TCI M1903

5-Methylisophthalic Acid TCI M1903

Identitas Kimia

No. CAS
499-49-0
PubChem
CID 68137·SID 87559750
Rumus molekul
C9H8O4
Berat molekul
180.16 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
5-methylbenzene-1,3-dicarboxylic acid
SMILES
CC1=CC(=CC(=C1)C(=O)O)C(=O)O
InChIKey
PMZBHPUNQNKBOA-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.246.350,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.246.350,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

5-Methylisophthalic Acid dari TCI dengan kode katalog M1903 adalah asam dikarboksilat aromatik yang membawa dua gugus karboksil pada posisi meta serta satu gugus metil pada posisi lima cincin benzena. Sebagai building block non-heterosiklik, senyawa ini menjadi bahan dasar penting untuk pembangunan struktur yang membutuhkan dua titik sambung pada sudut tertentu. Di laboratorium, asam isoftalat tersubstitusi banyak dipakai sebagai linker dalam sintesis kerangka logam-organik, sebagai monomer poliester dan poliamida aromatik, serta sebagai prekursor turunan ester, amida, dan asil klorida.

Sifat yang membuatnya dipilih terletak pada geometri meta dari kedua gugus karboksilnya. Susunan sudut ini menghasilkan arah pertumbuhan rantai atau jaringan yang berbeda dibandingkan asam tereftalat yang bersifat linear, sehingga peneliti dapat merancang struktur berpori, jaringan bercabang, atau polimer amorf dengan sifat yang berlainan. Gugus metil pada posisi lima berfungsi sebagai penanda sterik sekaligus tapak fungsionalisasi lanjutan, misalnya melalui oksidasi atau halogenasi benzilik. Kerangka aromatiknya yang kaku memberi sumbangan pada kestabilan termal material hasil, sementara kedua gugus karboksilnya mudah dikoordinasikan dengan pusat logam maupun diaktifkan untuk reaksi kondensasi.

Laboratorium di Indonesia memanfaatkan bahan ini terutama pada penelitian material berpori, adsorben, katalis heterogen, dan polimer kinerja tinggi di lingkungan kimia anorganik serta teknik kimia. Kemasan 5 g cukup untuk kegiatan penapisan kondisi sintesis dan pembuatan kristal skala kecil, sedangkan kemasan 25 g mendukung penelitian yang sudah memasuki tahap optimasi, replikasi, atau karakterisasi lanjutan yang membutuhkan bahan lebih banyak.

  • Linker organik dalam sintesis metal-organic framework, karena dua gugus karboksilatnya mampu menjembatani pusat logam membentuk jaringan berpori teratur.
  • Monomer poliester dan poliamida aromatik, sebab geometri meta pada gugus karboksilnya menghasilkan rantai polimer dengan kekakuan dan kelarutan yang berbeda.
  • Prekursor sintesis turunan diester, diamida, dan asil klorida, karena kedua gugus asam karboksilatnya dapat diaktifkan melalui prosedur kondensasi standar.
  • Bahan penelitian material adsorben dan katalis heterogen, sebab kerangka aromatik kakunya menjaga integritas struktur pori selama proses aktivasi termal.
  • Standar pembanding dalam kajian hubungan struktur dan sifat polimer, karena substituen metilnya memungkinkan perbandingan sistematis dengan asam isoftalat tidak tersubstitusi.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode katalog M1903
Nomor CAS 499-49-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan berupa serbuk atau kristal
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering dalam wadah tertutup rapat

Simpan asam dikarboksilat ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat dan letakkan di rak bahan kimia yang sejuk, kering, serta jauh dari basa kuat maupun bahan pengoksidasi. Meskipun tergolong padatan yang relatif stabil, penyerapan uap air dapat menyebabkan penggumpalan dan menyulitkan penimbangan, sehingga wadah sebaiknya selalu ditutup segera setelah digunakan. Lakukan penimbangan dengan hati-hati untuk menghindari penyebaran debu halus, dan kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, serta jas laboratorium selama penanganan. Bila bekerja dalam jumlah besar, gunakan lemari asam atau area berventilasi baik guna mencegah iritasi saluran pernapasan.

  • Jin dkk. (2011). Thermodynamics of sodium 5-methylisophthalic acid monohydrate and sodium isophthalic acid hemihydrate. Journal of Thermal Analysis and Calorimetry doi:10.1007/s10973-011-1363-6
  • Ji dkk. (2012). Structural assemblies of four Cd(II) coordination polymers based on 5-methylisophthalic acid. Solid State Sciences doi:10.1016/j.solidstatesciences.2011.12.002
  • Xu dkk. (2011). Two new interpenetrating networks assembled from 5-methylisophthalic acid and bipyridyl ligand with copper(II) salts. Inorganic Chemistry Communications doi:10.1016/j.inoche.2011.01.009

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.