2,2,2-Trifluoroethyl Methacrylate (TFEMA) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa fluorinasi. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi kimia, terutama dalam pembuatan polimer, pelapis, dan bahan komposit. Sebagai building block fluorinasi, TFEMA berperan penting dalam modifikasi struktur molekuler untuk meningkatkan sifat fisik dan kimia bahan akhir.
TFEMA memiliki struktur molekul yang khas dengan tiga atom fluor di posisi tertentu, yang memberikan sifat unik seperti ketahanan terhadap suhu tinggi, ketahanan terhadap pelarut, dan kestabilan kimia. Karena sifat ini, TFEMA sering dipilih dalam reaksi kimia yang memerlukan ketahanan terhadap lingkungan reaktif atau lingkungan ekstrem.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, TFEMA digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, pengembangan bahan baru, dan aplikasi industri. Bahan ini sangat relevan untuk peneliti yang sedang mengembangkan produk seperti pelapis, bahan isolasi, atau bahan kimia berbasis fluorin.
- Sintesis senyawa fluorinasi untuk pengembangan bahan polimer dengan sifat unik
- Pembuatan pelapis tahan korosi dan tahan cuaca untuk industri manufaktur
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa fluorinasi dalam reaksi kimia organik
- Pengembangan bahan komposit dengan sifat termal dan elektrik yang baik
- Analisis struktur molekuler untuk studi kimia organik dan mekanisme reaksi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 352-87-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 100mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
TFEMA harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan cahaya langsung dan sumber panas. Karena sifat kimianya yang aktif, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah tidak bocor dan tidak terpapar udara bebas. Penyimpanan yang tepat akan memperpanjang masa pakai dan meminimalkan risiko reaksi kimia yang tidak diinginkan.
- Kwon dkk. (2006). High Pressure Phase Behavior of Carbon Dioxide + 2,2,2-Trifluoroethyl Methacrylate and + Poly(2,2,2-trifluoroethyl methacrylate) Systems. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je060255d
- Zhang dkk. (2014). Oxygen–Nitrogen Switchable Copolymers of 2,2,2‐Trifluoroethyl Methacrylate and N,N‐Dimethylaminoethyl Methacrylate. Macromolecular Rapid Communications doi:10.1002/marc.201400346
- Lazzari dkk. (2001). Part 3. Copolymers of 1H,1H,2H,2H‐perfluorodecyl acrylate and 2,2,2‐trifluoroethyl methacrylate with butyl methacrylate. Polymer International doi:10.1002/pi.702
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
