Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2277-23-8

1-Monocaprin TCI M1072

1-Monocaprin TCI M1072

Identitas Kimia

No. CAS
2277-23-8
PubChem
CID 92926·SID 87573041
Rumus molekul
C13H26O4
Berat molekul
246.34 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,3-dihydroxypropyl decanoate
SMILES
CCCCCCCCCC(=O)OCC(CO)O
InChIKey
LKUNXBRZDFMZOK-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.625.000,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.625.000,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M1072 adalah 1-Monocaprin, monogliserida yang terbentuk dari gliserol dan satu molekul asam kaprat berantai sepuluh karbon yang terikat pada posisi satu. Sebagai anggota kelompok monoasilgliserol rantai sedang, senyawa ini memiliki struktur amfifilik dengan kepala gliserol yang polar dan ekor asil yang nonpolar. Di laboratorium ilmu hayati, bahan semacam ini dipakai untuk mempelajari interaksi lipid dengan membran biologis, sebagai pembanding analitis pada penetapan komposisi lipid, serta sebagai bahan uji pada penelitian aktivitas antimikroba dan formulasi sediaan berbasis lipid.

Sifat khas 1-monokaprin berasal dari kombinasi panjang rantai C10 dan posisi asilasi yang spesifik pada karbon pertama gliserol. Regiokimia yang terdefinisi ini penting karena isomer posisi satu dan posisi dua dapat menunjukkan perilaku fisik dan kerentanan enzimatis yang berbeda, sehingga penelitian yang menuntut kecermatan struktur memerlukan bahan dengan posisi asil yang jelas. Panjang rantai sepuluh karbon memberikan keseimbangan hidrofilik-lipofilik yang membuat senyawa ini cukup aktif di antarmuka namun tetap dapat ditangani sebagai padatan. Dua gugus hidroksil bebas pada kerangka gliserol juga memungkinkan modifikasi kimia lebih lanjut ketika peneliti ingin menyusun turunan lipid tertentu.

Di Indonesia, bahan ini digunakan pada riset mikrobiologi terapan, teknologi pangan, farmasi, dan bioteknologi, khususnya pada kajian bahan antimikroba alami dan pengembangan sistem pembawa bahan aktif. Kegiatan semacam ini banyak dijalankan di laboratorium perguruan tinggi serta unit penelitian dan pengembangan industri. Kemasan 1 gram dan 5 gram memberi fleksibilitas, mulai dari uji pendahuluan berskala miligram hingga percobaan berulang yang membutuhkan bahan lebih banyak, tanpa menyisakan persediaan berlebih.

Brosur TCI (PDF)

  • Penelitian aktivitas antimikroba monogliserida rantai sedang, karena lipid C10 banyak dikaji kemampuannya mengganggu integritas membran mikroorganisme pada sistem uji laboratorium.
  • Senyawa pembanding pada analisis lipid, sebab posisi asil yang terdefinisi pada karbon pertama membantu membedakan isomer regio saat analisis kromatografi dan spektrometri.
  • Kajian perilaku antarmuka dan pembentukan fase lipid, mengingat sifat amfifiliknya menghasilkan penataan molekul yang khas pada sistem air dan minyak.
  • Substrat uji enzim lipolitik, karena ikatan ester pada posisi satu merupakan target umum lipase sehingga kinetika hidrolisis dapat diukur dengan cermat.
  • Komponen formulasi pembawa berbasis lipid, sebab monogliserida sering dipadukan dengan lipid lain untuk membentuk matriks pengantaran bahan aktif pada riset farmasi.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk M1072
Nomor CAS 2277-23-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Lipids
Ukuran kemasan 1 g dan 5 g
Bentuk fisik monogliserida berupa padatan menyerupai lilin pada suhu ruang
Penyimpanan simpan sejuk dan kering, terhindar dari cahaya, wadah tertutup rapat

Simpan 1-monokaprin dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, sesuai anjuran penyimpanan yang tertera pada label produsen. Hindari perubahan suhu yang berulang karena dapat mendorong pengembunan uap air di dalam wadah dan memicu hidrolisis ikatan ester. Gunakan spatula kering dan bersih untuk setiap pengambilan, serta jangan mengembalikan bahan yang sudah keluar ke wadah induk agar kemurnian tetap terjaga. Bila bahan disimpan dingin, biarkan mencapai suhu ruang sebelum wadah dibuka. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta buang limbah lipid melalui jalur pengelolaan limbah laboratorium yang berlaku.

  • Kaewmanee dkk. (2018). Encapsulation of Bioactive Compounds (Monocaprin and Monolaurin) into Polymeric Nanoparticles. Materials Science Forum doi:10.4028/www.scientific.net/msf.916.147
  • (2006). Erratum to “Effect of Glycerol Monocaprate (Monocaprin) on Broiler Chickens: An Attempt at Reducing Intestinal Campylobacter Infection”. Poultry Science doi:10.1093/ps/85.6.1121a
  • Thormar dkk. (2012). Glycerol monocaprate (monocaprin) reduces contamination by Escherichia coli and Salmonella enteritidis on hard surfaces. Food Control doi:10.1016/j.foodcont.2011.11.024

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.