Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2163-42-0

2-Methyl-1,3-propanediol TCI M1114

2-Methyl-1,3-propanediol TCI M1114

Identitas Kimia

No. CAS
2163-42-0
PubChem
CID 75103·SID 87573080
Rumus molekul
C4H10O2
Berat molekul
90.12 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-methylpropane-1,3-diol
SMILES
CC(CO)CO
InChIKey
QWGRWMMWNDWRQN-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 557.550,00
Harga reguler Harga obral Rp 557.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M1114 adalah 2-Methyl-1,3-propanediol, sebuah diol alifatik yang memiliki dua gugus hidroksil primer pada rantai tiga karbon dengan satu gugus metil di posisi tengah. Senyawa ini termasuk blok bangunan non-heterosiklik yang serbaguna dan banyak dipakai baik pada sintesis organik skala laboratorium maupun pada penelitian polimer. Di meja kerja peneliti, bahan ini berfungsi sebagai pereaksi pembentuk asetal untuk melindungi gugus karbonil, sebagai monomer diol pada pembuatan poliester dan poliuretan, serta sebagai pelarut pembantu yang bersifat higroskopis pada beberapa formulasi percobaan.

Karakteristik yang membuatnya sering dipilih adalah keberadaan dua gugus hidroksil primer yang reaktivitasnya setara, sehingga reaksi esterifikasi maupun eterifikasi berlangsung lebih terarah dibandingkan diol dengan gugus hidroksil sekunder. Jarak satu karbon antara kedua gugus hidroksil sangat sesuai untuk membentuk cincin 1,3-dioksana yang stabil ketika direaksikan dengan aldehida atau keton, sebuah prinsip yang dimanfaatkan sebagai strategi pelindung. Gugus metil di tengah rantai memutus keteraturan struktur sehingga menurunkan kecenderungan produk polimernya mengkristal dan memperbaiki kelenturan bahan. Senyawa ini berbentuk cairan yang mudah larut dalam air serta pelarut polar, sehingga praktis ditakar secara volumetrik dan dicampurkan ke dalam berbagai sistem reaksi.

Di laboratorium Indonesia, diol ini banyak digunakan pada riset kimia polimer, teknik kimia, dan pengembangan bahan pelapis di perguruan tinggi maupun unit penelitian industri. Laboratorium sintesis organik juga memanfaatkannya untuk pekerjaan proteksi gugus karbonil pada rute sintesis bertahap. Tersedianya kemasan dua puluh lima mililiter dan lima ratus mililiter memberi keleluasaan, mulai dari percobaan pendahuluan berskala kecil sampai pekerjaan berulang yang memerlukan pasokan bahan lebih besar secara berkesinambungan.

  • Pembentukan asetal siklik untuk melindungi gugus aldehida dan keton, karena jarak dua gugus hidroksilnya ideal membentuk cincin dioksana enam anggota yang stabil.
  • Monomer pada sintesis poliester dan poliuretan, sebab kedua gugus hidroksil primernya bereaksi efisien dengan asam dikarboksilat maupun senyawa isosianat.
  • Modifikasi sifat resin pelapis dan pelekat, karena cabang metil pada rantai menurunkan kristalinitas sehingga menghasilkan bahan yang lebih lentur dan tahan.
  • Bahan awal pembuatan turunan difungsi seperti ditosilat atau dihalida, yang selanjutnya dipakai sebagai penghubung dalam sintesis molekul yang lebih besar.
  • Komponen pelarut pembantu dan bahan penahan kelembapan pada formulasi percobaan, karena sifat higroskopis dan kelarutannya dalam air sangat memudahkan pencampuran.

Merek TCI
Nomor CAS 2163-42-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25mL, 500mL
Bentuk fisik cairan
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering dengan wadah tertutup rapat

Karena bersifat higroskopis, diol ini sebaiknya disimpan dalam wadah asli yang tertutup rapat agar tidak menyerap uap air dari udara yang dapat memengaruhi hasil penimbangan maupun jalannya reaksi. Tempatkan pada lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, serta jauhkan dari oksidator kuat dan sumber panas. Gunakan pipet atau corong yang bersih dan kering ketika memindahkan cairan, dan tutup kembali botol segera setelah selesai. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta segera bersihkan tumpahan dengan bahan penyerap karena permukaan lantai dapat menjadi licin.

—