TCI M1132 3-Methyl-2,4-pentanedione adalah turunan berrmetil dari asetilaseton, yakni senyawa beta-diketon dengan dua gugus karbonil yang dipisahkan oleh satu atom karbon pusat. Perbedaannya dengan asetilaseton biasa terletak pada gugus metil tambahan yang terikat tepat pada karbon pusat tersebut, sehingga posisi yang biasanya menjadi pusat reaksi kini sudah tersubstitusi. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai building block untuk membangun cincin heterosiklik serta sebagai bahan pembentuk kompleks logam, dua bidang yang sama-sama bertumpu pada perilaku khas gugus beta-dikarbonil.
Sifat yang membuatnya menarik justru berasal dari substitusi pada karbon pusat itu. Pada asetilaseton, karbon pusat sangat mudah dialkilasi lebih dari sekali sehingga menghasilkan campuran produk; dengan gugus metil yang sudah terpasang, peneliti memperoleh kerangka beta-diketon tersubstitusi secara tunggal dan terdefinisi. Kesetimbangan keto-enol serta kemampuan menjadi ligan bidentat tetap terjaga, sehingga senyawa ini masih dapat mengikat ion logam membentuk kelat yang stabil. Wujudnya berupa cairan yang mudah dipindahkan dengan jarum suntik, praktis untuk reaksi skala kecil yang menuntut penakaran teliti.
Laboratorium di Indonesia umumnya memanfaatkan senyawa ini pada penelitian kimia anorganik dan kimia koordinasi, sintesis heterosiklik, serta pengembangan prekursor material. Kemasan 5 mL sangat sesuai untuk pekerjaan skala penelitian, misalnya penyiapan seri kompleks logam untuk kajian spektroskopi atau optimasi kondisi pembentukan cincin pirazol. Ukuran ini membuat bahan dapat dibeli sesuai kebutuhan proyek tanpa menyisakan stok berlebih yang berisiko menurun mutunya selama penyimpanan berkepanjangan.
- Pembentukan ligan beta-diketonat dan kompleks logam kelat, karena dua gugus karbonil dapat mengikat ion logam secara bidentat setelah enolisasi dan deprotonasi.
- Sintesis cincin pirazol tersubstitusi melalui kondensasi dengan hidrazin, sebab pola 1,3-dikarbonil merupakan pasangan alami bagi nukleofil nitrogen berpasangan dalam pembentukan cincin lima anggota.
- Sintesis isoksazol dan turunannya menggunakan hidroksilamin, karena reaksi berlangsung dengan pola regiokimia yang dapat diprediksi dari posisi kedua gugus karbonil.
- Bahan awal penyiapan prekursor material dan katalis logam, sebab kompleks beta-diketonat umumnya larut dalam pelarut organik dan mudah dimurnikan dengan sublimasi atau rekristalisasi.
- Substrat kajian tautomeri keto-enol dalam penelitian dan pengajaran, karena pengaruh gugus metil pada karbon pusat terhadap kesetimbangan dapat diamati langsung melalui spektroskopi resonansi magnetik inti.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 815-57-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 mL |
| Bentuk fisik | cairan tidak berwarna hingga kuning muda |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai keterangan label produsen |
Simpan botol dalam posisi berdiri di lemari bahan kimia sejuk yang berventilasi baik, jauh dari panas, nyala api, dan bahan pengoksidasi kuat. Karena kemasan berukuran kecil, sebaiknya bahan diambil menggunakan jarum suntik kering melalui septum atau dituang cepat lalu segera ditutup kembali agar uap tidak menguap dan kelembapan tidak masuk. Senyawa beta-diketon dapat mengikat ion logam, sehingga hindari kontak dengan spatula logam yang kotor atau peralatan berkarat. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta kerjakan seluruh pemindahan bahan di dalam lemari asam. Buang sisa bahan melalui jalur limbah organik.
—
