2,3-Pentanedione adalah senyawa α-diketon, artinya molekulnya memiliki dua gugus karbonil yang bersebelahan pada rantai lima karbon. TCI menyediakannya sebagai *building block* non-heterosiklik untuk laboratorium. Senyawa ini masih berkerabat dekat dengan diacetyl (2,3-butanedione) dan dikenal sebagai senyawa aroma bernuansa mentega atau karamel. Di laboratorium, senyawa ini dipakai dalam sintesis heterosiklik seperti kuinoksalin dan pirazin, dalam riset kimia aroma, serta sebagai standar analitik untuk analisis senyawa volatil pada pangan dan minuman.
Gugus dikarbonil yang bersebelahan membuat senyawa ini sangat reaktif terhadap nukleofil bifungsional. Misalnya, kondensasinya dengan 1,2-diamina dapat menghasilkan cincin heteroaromatik secara efisien. Rantainya tidak simetris, dengan sisi metil dan sisi etil, sehingga peneliti dapat mempelajari regioselektivitas reaksi. Senyawa ini berbentuk cairan kuning yang mudah menguap dan memiliki aroma khas. Sifat itu menjadikannya penting dalam studi sensori dan analisis kromatografi gas untuk senyawa aroma.
Di Indonesia, 2,3-pentanedione relevan bagi laboratorium teknologi pangan yang meneliti aroma kopi, kakao, susu, dan produk fermentasi, laboratorium pengujian mutu minuman, serta kelompok riset sintesis heterosiklik. Indonesia adalah produsen besar kopi dan kakao, sehingga studi senyawa aroma seperti ini memiliki nilai praktis yang nyata. Tersedia tiga pilihan kemasan, yaitu 25mL, 100mL, dan 500mL, sehingga mudah disesuaikan dengan skala kebutuhan.
- Sintesis kuinoksalin dan pirazin: kondensasi gugus α-dikarbonil dengan diamina menghasilkan cincin heteroaromatik secara efisien, sehingga senyawa ini menjadi *building block* heterosiklik yang praktis.
- Standar analisis aroma pangan: senyawa ini termasuk komponen aroma pada kopi, produk susu, dan minuman fermentasi, sehingga dipakai sebagai pembanding dalam analisis kromatografi gas.
- Riset sensori dan *flavor*: aromanya yang khas bernuansa mentega membuatnya berguna dalam studi ambang deteksi dan pengembangan formulasi perisa di laboratorium pangan.
- Studi regioselektivitas reaksi: karena kedua sisi karbonilnya tidak simetris, senyawa ini menjadi model untuk mempelajari reaksi yang membedakan dua gugus karbonil serupa.
- Riset paparan senyawa diketon: peneliti kesehatan kerja dapat memakainya sebagai standar untuk mengembangkan metode pemantauan uap diketon di udara tempat kerja.
| Merek | TCI (kode produk P0051) |
|---|---|
| Nomor CAS | 600-14-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 100mL, 500mL |
| Bentuk fisik | cairan berwarna kekuningan pada suhu ruang |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, sejuk, terlindung dari cahaya dan jauh dari sumber api |
2,3-Pentanedione adalah cairan yang mudah menguap dan mudah terbakar, dan uapnya sebaiknya tidak dihirup. Semua pekerjaan dengan senyawa ini perlu dilakukan di lemari asam. Simpan dalam botol kaca asli yang tertutup rapat, di area sejuk dan berventilasi, terlindung dari cahaya langsung, serta jauh dari api, panas, dan oksidator kuat. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Untuk analisis aroma yang sensitif, hindari kontaminasi silang dengan menggunakan alat ukur khusus. Baca SDS dari TCI sebelum memakainya.
- MITKIDOU dkk. (1993). ChemInform Abstract: Reaction of 3‐Benzylidene‐2,4‐pentanedione and 3‐Methoxymethylene‐2,4‐ pentanedione with Aroylhydrazines.. ChemInform doi:10.1002/chin.199338171
- Garman dkk. (1995). Central neurotoxicity induced by subchronic exposure to 2,4-pentanedione vapour. Human & Experimental Toxicology doi:10.1177/096032719501400807
- Mitkidou dkk. (1993). Reaction of 3‐benzylidene‐2,4‐pentanedione and 3‐methoxymethylene‐2,4‐pentanedione with aroylhydrazines. Journal of Heterocyclic Chemistry doi:10.1002/jhet.5570300227
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
