Ethyl 6-Methylsalicylate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini sering ditemukan dalam reaksi pembentukan ester dan sebagai bahan baku untuk produksi senyawa aromatik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai komponen penting dalam pembuatan senyawa dengan struktur kompleks dan aplikasi industri.
Ethyl 6-Methylsalicylate memiliki sifat kimia stabil dan mudah larut dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan pemanfaatan dalam reaksi kimia. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam eksperimen yang memerlukan kestabilan dan keterlarutan yang baik. Selain itu, senyawa ini juga memiliki aroma yang khas, yang bisa menjadi indikator visual dalam beberapa reaksi tertentu.
Di laboratorium Indonesia, Ethyl 6-Methylsalicylate digunakan secara luas dalam pendidikan dan penelitian kimia. Bahan ini sering ditemukan dalam praktikum kimia untuk tingkat menengah hingga tingkat universitas. Dengan sifat yang jelas dan aplikasi yang beragam, senyawa ini menjadi bagian penting dalam pengembangan kemampuan praktis para peneliti dan mahasiswa.
- Sintesis senyawa ester untuk eksperimen kimia organik
- Pengujian reaktivitas senyawa aromatik dalam reaksi substitusi
- Pembuatan bahan aroma untuk studi tentang struktur dan sifat kimia
- Penggunaan sebagai bahan baku dalam produksi senyawa farmakologis
- Analisis kualitatif dalam uji identifikasi senyawa organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 6555-40-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya langsung |
Ethyl 6-Methylsalicylate harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, di tempat sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari sinar matahari dan kelembapan untuk mencegah perubahan sifat kimia. Saat menangani bahan ini, gunakan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau saluran pernapasan. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menjaga keselamatan laboratorium.
—
