2-Isopropoxyethyl Methanesulfonate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa heterosiklik dan senyawa organik lainnya. Dalam lingkungan laboratorium, senyawa ini berperan sebagai reaktan yang dapat berpartisipasi dalam berbagai mekanisme reaksi seperti substitusi nukleofilik atau reaksi esterifikasi.
Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks dengan kelompok isopropoksi dan grup metanesulfonat yang memberikan sifat reaktif dan polar. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk reaksi yang memerlukan kestabilan dan reaktivitas tertentu. Selain itu, senyawa ini memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pencampuran dan reaksi kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang sintesis senyawa baru dan modifikasi senyawa organik. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian yang berkaitan dengan pengembangan obat, bahan kimia industri, dan material baru.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Reaksi substitusi nukleofilik dalam sintesis senyawa kompleks
- Modifikasi senyawa organik untuk peningkatan sifat fisik dan kimia
- Pembuatan bahan kimia industri seperti plastik dan bahan pelapis
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa dengan kelompok fungsi tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 235097-76-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Saat mengambil atau memanfaatkan bahan ini, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Selalu pastikan area kerja bersih dan terhindar dari percikan atau kebocoran.
—
