Sodium Methanesulfonate (NaMS) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia dan sintesis organik. Bahan ini memiliki struktur kimia sederhana namun sangat penting dalam pembentukan senyawa heterosiklik dan non-heterosiklik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai reagen dalam reaksi substitusi, reaksi esterifikasi, dan sebagai pengikat ion dalam proses kromatografi. Karena sifatnya yang reaktif, NaMS sering menjadi bahan baku dalam pembuatan senyawa obat, bahan kimia industri, dan bahan tambahan makanan.
Sodium Methanesulfonate memiliki sifat larut dalam air dan memiliki titik leleh yang tinggi, sehingga memudahkan dalam penggunaan dan penyimpanan. Senyawa ini juga stabil dalam kondisi normal dan tidak mudah terurai, membuatnya menjadi pilihan yang andal dalam berbagai eksperimen. Daya reaksinya yang baik dan kemampuannya untuk berinteraksi dengan berbagai senyawa organik menjadikannya bahan yang sangat diminati di berbagai bidang ilmu kimia.
Di laboratorium Indonesia, Sodium Methanesulfonate digunakan secara rutin dalam penelitian kimia dan farmasi. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk eksperimen sintesis senyawa baru, uji kualitas bahan kimia, dan pengembangan metode analisis. Ketersediaan dan keandalan produk ini menjadikannya pilihan utama di berbagai laboratorium di Indonesia.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Reaksi esterifikasi dalam produksi bahan kimia organik
- Pengujian kualitas bahan kimia dalam analisis laboratorium
- Pembuatan senyawa intermediet dalam industri farmasi
- Penelitian kimia organik untuk pengembangan bahan baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2386-57-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari kelembapan |
Sodium Methanesulfonate harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta kelembapan. Bahan ini bersifat korosif dan harus ditangani dengan peralatan pelindung seperti sarung tangan dan masker. Dalam penyimpanan, pastikan wadah tetap tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Dalam penggunaan, pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk keselamatan laboratorium.
- Perraud dkk. (2023). High-accuracy effective density measurements of sodium methanesulfonate and aminium chloride nanoparticles using a particulate calibration standard. Aerosol Science and Technology doi:10.1080/02786826.2023.2176739
- Kosova dkk. (2017). Experimental investigation of the solid – Liquid phase equilibria in the water – Ammonium methanesulfonate and in the water – Sodium methanesulfonate systems. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2017.04.006
- Lolodi (2011). Microencapsulation of Colistin Sodium Methanesulfonate in Gum Arabic and Maltodextrin by Spray Drying. Trends in Applied Sciences Research doi:10.3923/tasr.2011.877.889
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
