Ethyl Methanesulfonate (EMS) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi laboratorium, terutama dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini memiliki struktur kimia yang sederhana namun sangat reaktif, sehingga menjadi bahan penting dalam pembuatan senyawa heterosiklik dan senyawa fungsi kompleks. EMS sering digunakan sebagai reaktan dalam reaksi substitusi dan reaksi penggantian, terutama dalam sintesis senyawa yang membutuhkan substitusi pada posisi tertentu.
EMS memiliki sifat kimia yang sangat reaktif, terutama terhadap basa dan senyawa polar. Senyawa ini juga bersifat korosif dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Karena sifat reaktivitasnya, EMS memerlukan penanganan yang hati-hati dalam laboratorium. Meski demikian, keunggulan EMS terletak pada kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia dengan efisiensi tinggi, menjadikannya pilihan utama dalam banyak eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, EMS digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam proses sintesis senyawa yang memerlukan substitusi metil atau reaksi kimia yang kompleks. Bahan ini juga sering ditemukan dalam penelitian tentang modifikasi molekul dan pengembangan senyawa baru, baik dalam bidang farmasi maupun industri kimia.
Brosur TCI (PDF)
- Alkylation Reagents for Ester Synthesis 2026-04-06 · hal. 3
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi pada molekul organik kompleks
- Pembuatan senyawa fungsi dalam penelitian material
- Pengujian reaktivitas senyawa kimia dalam analisis kualitatif
- Produksi senyawa intermediet dalam proses sintesis kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 62-50-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g |
| Bentuk fisik | Padatan kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Ethyl Methanesulfonate harus disimpan dalam wadah tertutup dan terlindung dari cahaya serta kelembapan. Bahan ini bersifat korosif dan harus ditangani dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya. Simpan di tempat yang dingin dan kering, serta jauh dari bahan kimia yang bersifat basa atau reaktif. Selalu pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah kebocoran atau kontaminasi.
- LI (2004). Trace analysis of residual methyl methanesulfonate, ethyl methanesulfonate and isopropyl methanesulfonate in pharmaceuticals by capillary gas chromatography with flame ionization detection. Journal of Chromatography A doi:10.1016/s0021-9673(04)01063-5
- Donovan dkk. (2010). Mutagenicity of N-ethyl-N-nitrosourea, N-methyl-N-nitrosourea, methyl methanesulfonate and ethyl methanesulfonate in the developing Syrian hamster fetus. Mutation Research/Genetic Toxicology and Environmental Mutagenesis doi:10.1016/j.mrgentox.2010.03.012
- WALLES (2009). STUDIES ON THE UPTAKE OF ETHYL METHANESULFONATE INTO EMBRYOS OF BARLEY. Hereditas doi:10.1111/j.1601-5223.1967.tb02144.x
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
