Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 112941-26-1

Methyl 2-(Aminosulfonylmethyl)benzoate TCI M1867

Methyl 2-(Aminosulfonylmethyl)benzoate TCI M1867

Identitas Kimia

No. CAS
112941-26-1
PubChem
CID 13958774·SID 87559423
Rumus molekul
C9H11NO4S
Berat molekul
229.26 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(N)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
methyl 2-(sulfamoylmethyl)benzoate
SMILES
COC(=O)C1=CC=CC=C1CS(=O)(=O)N
InChIKey
DBOUFTHAEAVMJC-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.087.800,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.087.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M1867 Methyl 2-(Aminosulfonylmethyl)benzoate merupakan turunan benzoat yang membawa gugus ester metil pada cincin aromatik dan gugus sulfamoil yang terhubung melalui jembatan metilena pada posisi orto. Kehadiran satu atom karbon penghubung antara cincin aromatik dan gugus sulfonamida membedakannya dari sulfonamida aromatik langsung, karena jembatan tersebut memberi kelenturan konformasi tambahan dan mengubah keasaman serta reaktivitas gugus sulfonamida. Di laboratorium, senyawa ini berfungsi sebagai bahan antara khusus yang banyak dipakai untuk membangun senyawa golongan sulfonilurea serta kerangka heterosiklik yang sulit diperoleh dari bahan awal yang lebih sederhana.

Sifat yang membuatnya bernilai adalah dualitas gugus fungsinya yang terpisah oleh jarak yang tepat. Gugus sulfonamida primer dapat dideprotonasi dengan basa ringan lalu direaksikan dengan elektrofil untuk membentuk ikatan sulfonilurea, sedangkan gugus ester metil tetap bertahan pada banyak kondisi reaksi sehingga dapat dimanfaatkan pada tahap berikutnya. Jembatan metilena membuat molekul lebih lentur sehingga mampu mengakomodasi geometri cincin yang berbeda pada reaksi penutupan cincin. Kombinasi ini menghasilkan kendali sintesis yang baik, memungkinkan peneliti menjalankan reaksi bertahap secara terarah tanpa gugus pelindung tambahan yang memperpanjang jalur sintesis.

Di Indonesia, senyawa antara khusus semacam ini terutama digunakan oleh laboratorium sintesis organik tingkat lanjut di universitas, lembaga riset nasional, dan divisi penelitian industri yang menggarap bahan aktif atau senyawa antara bernilai tambah. Karena termasuk bahan spesialisasi yang jarang tersedia di pasaran lokal, kemasan dua puluh lima gram biasanya sudah mencukupi satu siklus penelitian penuh, mulai dari penjajakan kondisi reaksi hingga pengulangan sintesis untuk verifikasi hasil.

  • Sintesis senyawa golongan sulfonilurea: gugus sulfamoil siap direaksikan dengan elektrofil pembentuk urea untuk menghasilkan kerangka khas golongan senyawa tersebut.
  • Pembentukan heterosiklik melalui penutupan cincin: jembatan metilena memberi kelenturan geometri yang mendukung siklisasi intramolekul dengan gugus ester di posisi orto.
  • Riset kimia medisinal berbasis sulfonamida: berperan sebagai bahan antara untuk molekul kandidat yang memanfaatkan gugus sulfonamida sebagai farmakofor utama.
  • Sintesis bertingkat terarah: ester metil yang cukup tahan kondisi reaksi memungkinkan transformasi selektif pada gugus sulfonamida lebih dahulu tanpa proteksi tambahan.
  • Kajian pengaruh jembatan metilena: dipakai sebagai substrat pembanding untuk menelaah perbedaan keasaman dan reaktivitas terhadap sulfonamida aromatik langsung.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk M1867
Nomor CAS 112941-26-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik turunan benzoat bersulfonamida, umumnya padatan; konfirmasi pada label dan CoA lot
Penyimpanan simpan sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, mengikuti anjuran produsen pada kemasan

Simpan bahan pada tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik dalam wadah asli yang selalu tertutup rapat setelah digunakan. Hindari paparan kelembapan berkepanjangan karena gugus ester dapat terhidrolisis perlahan, terutama bila terpapar uap air bersama kondisi basa. Lakukan penimbangan menggunakan spatula bersih dan kering, lalu segera tutup kembali wadah untuk menjaga mutu bahan. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium selama penanganan, serta bekerja di area berventilasi atau lemari asam bila menangani serbuk halus. Simpan terpisah dari asam kuat, basa kuat, dan bahan pengoksidasi. Buang sisa bahan melalui jalur limbah kimia laboratorium yang sesuai.

—