Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 13351-73-0

1-Methyl-1H-benzotriazole TCI M2121

1-Methyl-1H-benzotriazole TCI M2121

Identitas Kimia

No. CAS
13351-73-0
PubChem
CID 25902·SID 125307695
Rumus molekul
C7H7N3
Berat molekul
133.15 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1-methylbenzotriazole
SMILES
CN1C2=CC=CC=C2N=N1
InChIKey
HXQHRUJXQJEGER-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.881.600,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.881.600,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M2121 1-Methyl-1H-benzotriazole adalah turunan benzotriazol yang atom nitrogen posisi 1 telah termetilasi, sehingga menghasilkan heterosiklik terkondensasi yang stabil dan tidak lagi memiliki proton N–H. Kerangka benzotriazol dikenal luas di laboratorium sebagai motif dengan kemampuan koordinasi yang baik dan sebagai gugus pergi dalam kimia sintesis. Versi N-metilnya menjadi blok pembangun yang berguna ketika peneliti membutuhkan inti benzotriazol dengan posisi substitusi nitrogen yang sudah tertentu, sehingga masalah campuran regioisomer N1 dan N2 dapat dihindari sejak awal.

Sifat yang membuatnya dipilih meliputi stabilitas termal dan kimia yang tinggi, aromatisitas cincin terkondensasi, serta tersedianya atom nitrogen N2 dan N3 sebagai situs donor elektron untuk pembentukan kompleks logam. Ketiadaan proton N–H membuat senyawa ini bersifat netral dan tidak mengganggu reaksi yang peka terhadap keasaman, sekaligus meningkatkan kelarutannya dalam pelarut organik umum. Cincin benzena yang menyatu juga menyediakan posisi untuk fungsionalisasi aromatik lanjutan, sementara gugus metil pada nitrogen dapat berperan sebagai pengarah dalam reaksi aktivasi ikatan C–H terkatalisis logam transisi.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan pada penelitian sintesis heterosiklik, kimia koordinasi, serta kajian inhibitor korosi berbasis azol yang relevan untuk industri logam dan perlindungan permukaan. Kemasan 5 g mencukupi untuk percobaan metodologi, pembuatan ligan skala riset, maupun penyiapan larutan uji pada studi elektrokimia permukaan.

  • Blok pembangun heterosiklik terfungsionalisasi, karena posisi nitrogen sudah terkunci oleh gugus metil sehingga reaksi lanjutan tidak menghasilkan campuran regioisomer yang sulit dipisahkan.
  • Ligan pada kimia koordinasi, sebab pasangan elektron bebas pada nitrogen cincin triazol mampu mengikat ion logam transisi membentuk kompleks yang stabil.
  • Penelitian inhibitor korosi berbasis azol, mengingat kerangka benzotriazol dikenal membentuk lapisan pelindung pada permukaan logam khususnya tembaga dan paduannya.
  • Substrat kajian fungsionalisasi ikatan C–H, karena nitrogen heterosiklik dapat bertindak sebagai gugus pengarah bagi katalis logam transisi menuju posisi tertentu.
  • Senyawa acuan analisis kromatografi dan spektroskopi, sebab strukturnya yang terdefinisi jelas berguna untuk kalibrasi metode pemisahan turunan azol yang berkerabat.

Merek TCI
Nomor CAS 13351-73-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g
Bentuk fisik padatan dengan titik leleh rendah
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya

Simpan bahan pada wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sinar matahari langsung serta sumber panas karena senyawa ini memiliki titik leleh yang relatif rendah dan dapat melunak pada ruangan yang panas. Hindari kontak dengan oksidator kuat dan asam pekat. Penimbangan sebaiknya dilakukan di lemari asam untuk mencegah terhirupnya debu atau uap, menggunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Tutup wadah segera setelah pemakaian dan bersihkan tumpahan dengan cara kering sesuai prosedur limbah laboratorium.

—