Methyl alpha-Bromo-2-chlorophenylacetate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini memiliki struktur kompleks yang memungkinkan reaktivitas tinggi dalam berbagai kondisi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk membangun senyawa kompleks lainnya, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik atau senyawa dengan struktur aromatik.
Karakteristik utama dari senyawa ini adalah keberadaan gugus bromo dan kloro pada struktur fenil, yang memberikan sifat reaktif dan kemampuan untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi substitusi dan reaksi elektrofilik. Karena kemurniannya yang tinggi dan stabilitasnya dalam kondisi tertentu, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam eksperimen kimia yang membutuhkan presisi dan akurasi.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian yang berkaitan dengan sintesis senyawa farmakologis, bahan kimia industri, dan studi struktur molekuler.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik yang membutuhkan reaktivitas tinggi
- Reaksi substitusi elektrofilik pada struktur aromatik
- Pembuatan bahan baku untuk senyawa farmakologis
- Penelitian tentang reaktivitas gugus bromo dan kloro
- Eksperimen kimia organik yang memerlukan presisi dan akurasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 85259-19-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil disarankan. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Selama penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi.
—
