4-Methylvaleryl Chloride adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Bahan ini sering diaplikasikan dalam pembuatan senyawa kompleks yang memerlukan reaksi substitusi atau reaksi nucleofilik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku untuk menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu, seperti ester atau amida. Karena sifat kimianya yang reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik.
4-Methylvaleryl Chloride memiliki struktur kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap air dan panas. Senyawa ini memiliki kepadatan tinggi dan mudah larut dalam pelarut organik seperti etil amina atau aseton. Sifat ini membuatnya mudah digunakan dalam reaksi kimia yang memerlukan kecepat dan presisi. Selain itu, senyawa ini tidak beracun dalam dosis kecil, sehingga relatif aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang terkontrol.
Di laboratorium Indonesia, 4-Methylvaleryl Chloride digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pembuatan senyawa sintetis yang memerlukan reaksi substitusi. Bahan ini juga sering ditemukan dalam proyek penelitian yang berkaitan dengan sintesis obat atau bahan kimia industri. Dengan ketersediaan yang cukup dan harga yang kompetitif, senyawa ini menjadi pilihan utama di berbagai institusi penelitian di Indonesia.
- Sintesis senyawa ester untuk pengembangan bahan kimia industri
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa kompleks organik
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia yang memerlukan kecepat reaksi
- Pembuatan senyawa amida sebagai bahan baku dalam farmasi
- Penelitian tentang sifat kimia senyawa organik yang reaktif
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 38136-29-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara |
4-Methylvaleryl Chloride harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta kelembapan. Bahan ini sangat sensitif terhadap air, sehingga wadah harus terkunci rapat untuk mencegah kontaminasi. Dalam laboratorium, senyawa ini harus ditangani dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk meminimalkan risiko paparan. Selain itu, senyawa ini tidak boleh disimpan bersama bahan kimia yang bersifat basa atau air untuk mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan.
—
