Methyl 2,4-Dichlorophenylacetate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa fenilat yang memiliki berbagai aplikasi industri dan farmasi. Dalam penelitian kimia, senyawa ini berperan sebagai prekursor dalam reaksi substitusi dan reaksi esterifikasi.
Karakteristik utama dari Methyl 2,4-Dichlorophenylacetate termasuk kelarutan dalam pelarut organik seperti etil asetat dan kloroform, serta stabilitas dalam kondisi laboratorium yang terkendali. Senyawa ini juga memiliki struktur molekuler yang memungkinkan reaktivitas tertentu dalam reaksi kimia. Karena sifatnya yang stabil dan mudah diolah, senyawa ini menjadi pilihan yang tepat untuk berbagai eksperimen kimia.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan untuk penelitian ilmiah di berbagai institusi, termasuk universitas dan lembaga penelitian. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian dalam bidang kimia organik, farmakologi, dan bahan kimia industri. Ketersediaannya di pasar lokal memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan baku yang diperlukan dalam proyek penelitian mereka.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa fenilat untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa heterosiklik
- Esterifikasi untuk produksi bahan baku kosmetik
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa organik
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 55954-23-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Methyl 2,4-Dichlorophenylacetate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Wadah yang digunakan harus tahan terhadap bahan kimia dan tidak menyerap kelembapan. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini dapat menyebabkan iritasi pada kulit atau mata. Selalu pastikan area kerja bersih dan terkontrol untuk menghindari kontaminasi atau kebocoran.
—
