TCI M3030 dengan nomor CAS 37067-30-4 adalah 4-Methylumbelliferyl 2-Acetamido-2-deoxy-beta-D-glucopyranoside, substrat fluorogenik yang menautkan satuan N-asetilglukosamina secara beta pada 4-metilumbeliferon. Senyawa ini merupakan substrat rujukan untuk enzim beta-N-asetilglukosaminidase dan kerap dipakai pula dalam pengujian aktivitas kitinase, karena N-asetilglukosamina adalah satuan penyusun kitin. Hidrolisis enzimatik melepaskan kumarin berpendar sehingga aktivitas enzim dapat diikuti secara fluorometrik. Substrat ini termasuk salah satu reagen glikosains yang paling sering muncul dalam protokol enzimologi di berbagai bidang penelitian.
Karakteristik yang membuatnya banyak dipilih adalah cakupan pemakaiannya yang luas dipadukan dengan kepekaan deteksi tinggi. Enzim beta-N-asetilglukosaminidase hadir pada mamalia, tanaman, jamur, serangga, dan bakteri, sehingga satu substrat dapat melayani beragam program penelitian dalam satu laboratorium. Format fluorogenik memberikan batas deteksi yang jauh lebih rendah dibandingkan substrat kromogenik, sehingga volume reaksi dapat diperkecil dan sampel berharga dihemat. Konfigurasi beta memastikan spesifisitas terhadap enzim sasaran, sedangkan bentuk padatan kristalin yang stabil memudahkan penimbangan presisi serta penyiapan larutan induk yang dapat disimpan sebagai alikuot.
Di Indonesia, substrat ini digunakan pada riset kitinase untuk pengendalian hayati hama dan penyakit tanaman, kajian jamur entomopatogen, serta penelitian enzim pemanfaatan limbah kulit udang yang melimpah dari sektor perikanan. Laboratorium biokimia dan bioteknologi kampus memakainya untuk karakterisasi enzim, sementara laboratorium riset kesehatan menggunakannya pada studi heksosaminidase. Kemasan 250 miligram dan 1 gram memudahkan penyesuaian dengan intensitas pengujian.
Brosur TCI (PDF)
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 22
Produk TCI terkait
- TCI B6760 13343-67-4 Benzyl 2-Acetamido-2-deoxy-beta-D-glucopyranoside
- TCI M3029 36476-29-6 4-Methylumbelliferyl 2-Acetamido-2-deoxy-beta-D-galactopyranoside
- TCI M3022 18997-57-4 4-Methylumbelliferyl beta-D-Glucopyranoside
- TCI B5393 15548-60-4 5-Bromo-4-chloro-3-indolyl beta-D-Glucopyranoside
- TCI M3027 195385-93-4 4-Methylumbelliferyl beta-D-Ribofuranoside
- TCI M3026 881005-91-0 4-Methylumbelliferyl beta-D-Glucuronide Hydrate
- Penetapan aktivitas beta-N-asetilglukosaminidase, karena pelepasan kumarin berpendar memberikan pembacaan kuantitatif yang peka dan mudah diotomatisasi pada pelat mikro.
- Pengujian aktivitas kitinase, sebab N-asetilglukosamina merupakan satuan penyusun kitin sehingga substrat ini merepresentasikan sasaran alami enzim tersebut.
- Penapisan agen pengendali hayati, mengingat kemampuan menghasilkan kitinase menjadi penanda penting bagi jamur dan bakteri antagonis hama tanaman.
- Riset pemanfaatan limbah kitin perikanan, karena pengukuran aktivitas enzim diperlukan untuk mengoptimalkan konversi kulit udang menjadi produk bernilai tambah.
- Kajian heksosaminidase pada penelitian biomedis dasar, sebab substrat ini memungkinkan pengukuran aktivitas enzim dari lisat sel dengan jumlah terbatas.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 37067-30-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 250mg, 1g |
| Bentuk fisik | umumnya padatan kristalin putih hingga hampir putih |
| Penyimpanan | simpan dingin dalam wadah tertutup rapat dan terlindung cahaya |
Simpan substrat di lemari pendingin, tetap dalam wadah aslinya yang tertutup rapat serta terlindung dari cahaya, karena inti 4-metilumbeliferil peka terhadap paparan sinar berkepanjangan. Biarkan botol mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun pada serbuk dan memengaruhi ketelitian penimbangan. Larutan induk sebaiknya disiapkan dalam pelarut yang sesuai, dibagi menjadi alikuot sekali pakai, dan disimpan beku dalam tabung gelap agar mutunya terjaga. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium selama penanganan. Gunakan spatula bersih dan kering, serta hindari kontaminasi silang antarbahan.
—
