=====PRODUK 1=====
(E)-3-(o-Tolyl)acrylic Acid merupakan senyawa organik golongan asam sinamat tersubstitusi yang berperan sebagai building block atau bahan baku sintesis dalam laboratorium kimia. Senyawa ini memiliki kerangka asam akrilat dengan gugus o-tolil pada ujung rantainya, sehingga menggabungkan gugus karboksil, ikatan rangkap terkonjugasi, dan cincin aromatik dalam satu molekul. Dalam praktik laboratorium, senyawa ini dipakai sebagai bahan awal untuk merakit molekul yang lebih kompleks melalui reaksi esterifikasi, amidasi, siklisasi, dan reaksi katalitik berbasis logam transisi. Gugus karboksilnya yang reaktif memudahkan konjugasi dengan berbagai nukleofil, sementara ikatan rangkapnya membuka peluang reaksi adisi, hidrogenasi, atau polimerisasi terkontrol. Dengan demikian, senyawa ini menjadi salah satu komponen dasar yang diandalkan dalam perancangan senyawa organik baru di laboratorium riset maupun pengembangan.
Asam (E)-3-(o-Tolyl)acrylic Acid menonjol karena konfigurasi trans (E) pada ikatan rangkapnya yang memberikan geometri molekul lebih linear dan stabil dibandingkan isomer cis. Konfigurasi ini berpengaruh pada kemudahan kristalisasi dan keteraturan susunan molekul, sehingga produk reaksi lebih mudah dimurnikan. Keberadaan gugus metil pada posisi orto cincin benzena menambah karakter hidrofobik dan memengaruhi reaktivitas elektronik cincin, yang berguna untuk mempelajari efek substituen dalam kinetika reaksi. Senyawa ini relatif stabil pada kondisi penyimpanan yang wajar dan mudah ditangani dengan peralatan laboratorium standar. Sebagai senyawa karboksilat, ia larut dalam pelarut organik polar seperti etanol dan aseton, serta dapat dideprotonasi menjadi garam karboksilat yang larut dalam air untuk aplikasi tertentu. Kombinasi sifat tersebut menjadikannya pilihan yang praktis dan serbaguna bagi berbagai keperluan sintesis di laboratorium.
Di laboratorium-laboratorium Indonesia, baik di perguruan tinggi, lembaga penelitian, maupun industri kimia dan farmasi, senyawa building block semacam ini semakin dibutuhkan seiring berkembangnya riset kimia organik dan material. Peneliti di bidang kimia obat memanfaatkannya untuk mensintesis kandidat senyawa aktif baru, sementara laboratorium pendidikan menggunakannya dalam praktikum sintesis organik untuk melatih keterampilan refluks, rekristalisasi, dan karakterisasi spektroskopi. Ketersediaan dalam kemasan kecil 250 mg dan 1 g dari TCI memudahkan laboratorium dengan kebutuhan skala miligram hingga gram, sehingga mengurangi pemborosan bahan dan biaya penyimpanan. Dengan pasokan yang praktis dan kualitas reagen yang konsisten, senyawa ini mendukung keberlanjutan kegiatan riset di berbagai institusi di Indonesia.
Produk TCI terkait
- TCI E1471 24393-49-5 Ethyl (E)-3-(p-Tolyl)acrylate
- TCI B4048 72707-66-5 2-(Bromomethyl)acrylic Acid
- TCI A3243 2051-76-5 Acrylic Anhydride (stabilized with MEHQ)
- TCI N0972 13026-12-5 3-(1-Naphthyl)acrylic Acid
- TCI C3785 940-62-5 (E)-3-(4-Chlorophenyl)acrylic Acid
- TCI T4311 104-09-6 2-(p-Tolyl)acetaldehyde
- Sintesis turunan asam sinamat: Senyawa ini digunakan sebagai bahan awal untuk membangun turunan asam sinamat melalui reaksi esterifikasi atau amidasi, menghasilkan senyawa antara yang bermanfaat bagi riset kimia obat dan kimia material.
- Reaksi siklisasi pembentukan kumarin: Gugus karboksil dan ikatan rangkap terkonjugasi pada senyawa ini dapat dimanfaatkan dalam reaksi siklisasi intramolekular untuk membentuk kerangka kumarin, yang banyak diteliti sebagai senyawa fluoresen dan bioaktif di laboratorium.
- Studi reaksi katalitik dengan logam transisi: Senyawa ini menjadi substrat yang cocok untuk mempelajari reaksi katalitik seperti hidrogenasi, hidroformilasi, atau koupling silang, karena ikatan rangkap dan gugus karboksilnya memberikan situs reaksi yang jelas dan mudah diamati.
- Pembelajaran praktikum sintesis organik: Dalam praktikum kimia organik, senyawa ini dipakai untuk melatih keterampilan refluks, pemantauan reaksi dengan kromatografi lapis tipis, serta rekristalisasi, karena sifatnya yang stabil dan mudah ditangani dengan peralatan standar.
- Sintesis ligan dan senyawa koordinasi: Gugus karboksilat hasil deprotonasi dapat berkoordinasi dengan ion logam, sehingga senyawa ini berguna sebagai ligan dalam sintesis kompleks logam untuk penelitian kimia koordinasi dan material fungsional.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 939-57-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 250 mg dan 1 g |
| Bentuk fisik | umumnya berupa padatan kristalin sebagaimana lazim untuk asam sinamat tersubstitusi; kondisi pastinya dapat dikonfirmasi pada label kemasan |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya langsung |
Senyawa ini sebaiknya disimpan dalam wadah asli dari pemasok yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, serta terlindung dari cahaya langsung dan sumber panas. Wadah harus selalu diberi label lengkap yang mencantumkan nama senyawa dan nomor CAS agar tidak tertukar dengan bahan lain di rak penyimpanan. Saat menangani, gunakan alat pelindung diri berupa sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta lakukan penimbangan dan pengambilan sampel di dalam lemari asam untuk menghindari terhirupnya debu halus. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, dan jangan menyimpan senyawa ini di dekat oksidator kuat atau basa kuat yang dapat memicu reaksi yang tidak diinginkan. Pastikan wadah ditutup kembali segera setelah digunakan agar kelembapan udara tidak menurunkan kualitas bahan.
—
