Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 168427-74-5

2'-O-(2-Methoxyethyl)adenosine TCI M3942

2'-O-(2-Methoxyethyl)adenosine TCI M3942
Harga reguler Rp 2.068.500,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.068.500,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2'-O-(2-Methoxyethyl)adenosine dari TCI adalah nukleosida adenosina termodifikasi yang membawa gugus 2-metoksietil pada posisi dua aksen gula ribosa. Modifikasi ini, yang di kalangan peneliti oligonukleotida lazim disingkat MOE, menjadi salah satu perubahan kimia paling penting dalam pengembangan terapi berbasis asam nukleat. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar pembuatan monomer fosforamidit dan sebagai bahan rujukan pada analisis oligonukleotida termodifikasi. Kehadirannya memungkinkan peneliti merancang untai oligonukleotida yang jauh lebih tangguh dibanding untai alami tanpa mengubah kemampuan mengenali urutan basa pasangannya.

Keunggulan yang membuat nukleosida ini dipilih terletak pada pengaruh gugus metoksietil terhadap perilaku untai. Substituen pada posisi dua aksen mendorong cincin gula mengambil konformasi yang menguntungkan bagi pembentukan dupleks, sehingga afinitas terhadap untai RNA sasaran meningkat dan suhu leleh dupleks menjadi lebih tinggi. Pada saat yang sama, gugus tersebut menghalangi enzim nuklease mencapai ikatan fosfodiester di sekitarnya, sehingga oligonukleotida bertahan jauh lebih lama di dalam cairan biologis. Rantai metoksietil yang bersifat agak polar juga membantu menjaga kelarutan dalam air dan kerap dikaitkan dengan penurunan efek samping yang tidak diinginkan pada uji biologis.

Di Indonesia, bahan semacam ini digunakan oleh laboratorium biologi molekuler, pusat riset bioteknologi, dan kelompok riset kimia bahan alam yang mulai menggarap teknologi oligonukleotida antisens serta pengembangan probe diagnostik. Pemanfaatannya juga berkembang di laboratorium yang mendukung riset vaksin dan terapi berbasis asam nukleat. Kemasan berukuran kecil dan menengah memudahkan laboratorium menyesuaikan pembelian dengan skala percobaan, mulai dari pengujian metode sampai sintesis untai percobaan.

  • Sintesis monomer fosforamidit untuk oligonukleotida antisens, karena nukleosida termodifikasi ini merupakan bahan awal baku dalam jalur pembuatan monomer tersebut.
  • Perancangan oligonukleotida tahan nuklease, sebab gugus metoksietil melindungi tulang punggung untai dari penguraian enzimatik di dalam serum maupun lisat sel.
  • Peningkatan afinitas pengikatan terhadap RNA sasaran, karena modifikasi gula menaikkan suhu leleh dupleks sehingga pengenalan urutan berlangsung lebih kuat dan selektif.
  • Pembuatan probe hibridisasi untuk diagnostik molekuler, mengingat untai bermodifikasi memberi sinyal lebih stabil dan tahan pada kondisi pengujian yang menuntut.
  • Bahan rujukan pada analisis kromatografi cair-spektrometri massa, karena identitas terdefinisi membantu memastikan komposisi oligonukleotida termodifikasi hasil sintesis secara meyakinkan.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 168427-74-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Nucleosides, Nucleotides, Oligonucleotides
Ukuran kemasan 200 mg dan 1 g
Bentuk fisik padatan atau serbuk pada suhu ruang
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya; ikuti suhu penyimpanan pada label

Nukleosida termodifikasi sebaiknya disimpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, mengikuti anjuran suhu yang tertera pada label kemasan. Karena bahan ini bersifat higroskopis pada tingkat tertentu, biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar uap air tidak mengembun di dalamnya, lalu tutup rapat segera setelah penimbangan. Penyimpanan di dalam desikator sangat dianjurkan untuk pemakaian berulang. Gunakan spatula kering dan bersih agar terhindar dari kontaminasi silang, terlebih jika bahan akan dipakai pada pekerjaan bebas nuklease. Kenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pengaman. Buang sisa bahan melalui jalur limbah kimia laboratorium.

—