Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 7095-16-1

Magnesium Methacrylate, CAS 7095-16-1, TCI M3951

Magnesium Methacrylate, CAS 7095-16-1, TCI M3951

Identitas Kimia

No. CAS
7095-16-1
Kemurnian
>80.0%(T)
Harga reguler Rp 823.200,00
Harga reguler Rp 575.400,00 Harga obral Rp 823.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Magnesium Methacrylate dari TCI adalah garam logam dari asam metakrilat, yaitu monomer yang membawa dua gugus metakrilat terikat pada satu ion magnesium bermuatan dua. Golongan monomer garam logam seperti ini menempati posisi khusus dalam ilmu material karena menggabungkan dua fungsi sekaligus: gugus vinil yang dapat berpolimerisasi melalui mekanisme radikal, serta pusat logam yang mampu membentuk hubungan ionik antarrantai polimer. Di laboratorium, bahan ini dipakai untuk membuat polimer dengan sifat mekanik dan termal yang tidak mudah dicapai oleh monomer organik biasa, sehingga menjadi alat penting pada riset bahan berkinerja tinggi.

Sifat yang membuatnya dipilih berakar pada ikatan silang ionik yang terbentuk selama polimerisasi. Berbeda dari ikatan silang kovalen yang bersifat permanen, hubungan ionik dari pusat magnesium dapat terputus dan tersambung kembali, sehingga jaringan polimer memperoleh kekuatan tarik dan kekerasan tinggi tanpa kehilangan kemampuan meredam energi. Sifat ini sangat dicari pada karet dan elastomer teknis. Selain itu, sifat dwifungsi molekul ini memungkinkannya berperan sebagai zat pengikat silang sekaligus komonomer, sementara ion magnesium menyumbang karakter hidrofilik yang bermanfaat pada perancangan hidrogel maupun membran penghantar ion.

Laboratorium di Indonesia memanfaatkan monomer semacam ini pada riset polimer di perguruan tinggi, pusat penelitian karet dan produk turunannya, serta unit pengembangan produk bahan perekat dan pelapis. Dengan industri karet yang berperan besar di Tanah Air, kajian penguatan karet sintetis dan alam melalui ikatan silang ionik menjadi tema yang relevan. Tersedianya kemasan kecil dan besar memungkinkan peneliti melakukan penapisan formulasi terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke percobaan skala lebih besar.

  • Zat pengikat silang ionik pada elastomer, karena pusat magnesium membentuk hubungan antarrantai yang meningkatkan kekuatan tarik dan ketahanan sobek bahan karet.
  • Sintesis ionomer dan polimer bermuatan, sebab monomer ini langsung menyisipkan gugus karboksilat terkoordinasi logam ke dalam rantai polimer selama proses polimerisasi berlangsung.
  • Pembuatan hidrogel dengan sifat mekanik diperbaiki, mengingat ikatan ionik yang dapat pulih kembali memberi jaringan kemampuan meredam energi tanpa mudah retak.
  • Riset resin gigi dan bahan biomedis, karena monomer metakrilat berbasis logam dipelajari untuk memperbaiki sifat adhesi serta kekuatan bahan tambal berbasis resin.
  • Pengembangan pelapis dan perekat berkinerja tinggi, sebab kandungan logam dapat memperbaiki daya lekat pada permukaan logam sekaligus meningkatkan ketahanan panas lapisan.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 7095-16-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers
Ukuran kemasan 25 g dan 500 g
Bentuk fisik serbuk atau padatan pada suhu ruang
Penyimpanan simpan sejuk, kering, terlindung cahaya, dan jauh dari sumber panas serta inisiator radikal

Monomer metakrilat dapat berpolimerisasi sendiri bila terkena panas, cahaya, atau bahan pemicu radikal, sehingga penyimpanan harus dilakukan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, dengan wadah tertutup rapat pada kemasan aslinya. Jauhkan bahan dari peroksida, bahan pengoksidasi kuat, asam kuat, dan sumber panas maupun percikan api. Serbuk metakrilat dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan, karena itu penimbangan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Hindari terbentuknya debu melayang saat menuang. Tutup wadah segera setelah pengambilan, dan buang sisa bahan serta tumpahan melalui jalur limbah kimia laboratorium.

  • HUANG dkk. (2009). STRUCTURE,MORPHOLOGY AND PROPERTIES OF HYDROGENATED NITRILE RUBBER REINFORCED BY MAGNESIUM METHACRYLATE. Acta Polymerica Sinica doi:10.3724/sp.j.1105.2007.01154
  • Gao dkk. (2009). Effect of magnesium methacrylate and zinc methacrylate on bond properties of thermal insulation material based on NBR/EPDM blends. Journal of Applied Polymer Science doi:10.1002/app.30415
  • Du dkk. (2002). Effect of magnesium methacrylate on the mechanical properties of EVM vulcanizate. Polymer Testing doi:10.1016/s0142-9418(02)00025-9

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.