Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 61-31-4

Sodium 1-Naphthaleneacetate TCI N0007

Sodium 1-Naphthaleneacetate TCI N0007

Identitas Kimia

No. CAS
61-31-4
PubChem
CID 23694671·SID 87573421
Rumus molekul
C12H9NaO2
Berat molekul
208.19 g/mol
Kemurnian
>96.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
sodium 2-naphthalen-1-ylacetate
SMILES
C1=CC=C2C(=C1)C=CC=C2CC(=O)[O-].[Na+]
InChIKey
CJUUXVFWKYRHAR-UHFFFAOYSA-M
Harga reguler Rp 1.220.100,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.220.100,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI N0007 Sodium 1-Naphthaleneacetate dengan nomor CAS 61-31-4 merupakan garam natrium dari asam 1-naftalenaasetat dan menjadi salah satu bentuk auksin sintetik yang paling sering dipakai dalam pekerjaan bioteknologi tanaman. Senyawa ini menggabungkan aktivitas biologis kerangka naftalenaasetat dengan kemudahan penanganan sebuah garam anorganik. Di laboratorium, perannya adalah sebagai zat pengatur tumbuh yang ditambahkan ke media kultur untuk mengarahkan pertumbuhan eksplan, serta sebagai larutan perlakuan pada percobaan fisiologi tumbuhan, pembibitan, dan penelitian pascapanen.

Keunggulan yang membuatnya banyak dipilih adalah kelarutannya yang baik dalam air, sehingga larutan induk dapat dibuat secara cepat tanpa pelarut organik dan tanpa proses pemanasan. Sebagai padatan, bahan ini stabil pada penyimpanan biasa dan mudah ditimbang dalam jumlah kecil untuk media dengan konsentrasi auksin miligram per liter. Karena sudah berada dalam bentuk terionisasi, ia bercampur homogen dengan komponen garam hara media dasar tanpa menimbulkan kekeruhan. Kerangka aromatiknya memberikan ketahanan terhadap penguraian enzimatik di dalam jaringan tanaman, sehingga efek yang diberikan bertahan lebih lama dan lebih terprediksi dibanding auksin alami.

Di Indonesia, bahan ini menjadi andalan laboratorium kultur jaringan yang menangani tanaman hias, buah-buahan, tanaman kehutanan, dan komoditas perkebunan. Ketersediaan dua ukuran kemasan memudahkan penyesuaian kebutuhan: 25 g cocok untuk riset dan praktikum berskala kecil, sedangkan 500 g menjawab kebutuhan laboratorium perbanyakan bibit yang menyiapkan ratusan liter media setiap periode produksi.

  • Komponen zat pengatur tumbuh pada media kultur jaringan, karena bentuk garamnya larut sempurna dan tercampur merata dengan larutan hara dasar.
  • Perlakuan perakaran stek dan planlet, sebab auksin ini merangsang pembentukan primordia akar sehingga bibit lebih cepat mandiri di media tanam.
  • Penelitian kontrol pengguguran buah dan bunga, karena respons tanaman terhadap auksin sintetik dapat diamati secara sistematis pada berbagai konsentrasi uji.
  • Studi interaksi auksin dan sitokinin dalam organogenesis, mengingat perbandingan keduanya menentukan apakah eksplan membentuk tunas, akar, atau kalus.
  • Penyiapan larutan uji pada percobaan penyemprotan daun skala laboratorium, karena kelarutan airnya memungkinkan pengenceran bertingkat yang akurat dan reprodusibel.

Merek TCI
Nomor CAS 61-31-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Molecular Biology > Plant Biotechnology
Ukuran kemasan 25 g dan 500 g
Bentuk fisik padatan, larut air
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan dan cahaya langsung

Jaga wadah tetap tertutup rapat agar serbuk tidak menyerap uap air dan menggumpal, terutama pada ruang laboratorium dengan kelembapan tinggi. Simpan di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari langsung maupun sumber panas. Gunakan spatula bersih dan kering setiap kali menimbang, serta jangan mengembalikan sisa bahan ke dalam wadah asli. Larutan induk sebaiknya disaring steril, disimpan dalam botol bertutup rapat, dan diberi label berisi konsentrasi serta tanggal pembuatan. Pakai sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, dan hindari menghirup debu halus saat penimbangan berlangsung.

—