Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1655-29-4

Disodium 1,5-Naphthalenedisulfonate Hydrate TCI N0012

Disodium 1,5-Naphthalenedisulfonate Hydrate TCI N0012

Identitas Kimia

No. CAS
1655-29-4
PubChem
CID 74248·SID 87573423
Rumus molekul
C10H6Na2O6S2
Berat molekul
332.3 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
disodium;naphthalene-1,5-disulfonate
SMILES
C1=CC2=C(C=CC=C2S(=O)(=O)[O-])C(=C1)S(=O)(=O)[O-].[Na+].[Na+]
InChIKey
YGSZNSDQUQYJCY-UHFFFAOYSA-L
Harga reguler Rp 477.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 477.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI N0012 Disodium 1,5-Naphthalenedisulfonate Hydrate dengan nomor CAS 1655-29-4 adalah garam dinatrium terhidrat dari asam naftalena-1,5-disulfonat. Dua gugus sulfonat menempati posisi 1 dan 5 yang saling berseberangan pada kerangka naftalena, menghasilkan molekul simetris dengan distribusi muatan yang merata. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai building block non-heterosiklik untuk sintesis senyawa aromatik bersulfonat, sebagai anion pembentuk pasangan ion, dan sebagai komponen pada penelitian bahan berbasis kerangka naftalena yang memerlukan gugus penghubung bermuatan pada kedua ujung molekul.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah simetri molekulnya yang menyederhanakan spektrum nuklir magnetik resonansi sehingga karakterisasi menjadi lebih mudah dibaca, serta kelarutan air yang tinggi berkat dua gugus sulfonat yang terionisasi penuh. Bentuk hidrat menunjukkan bahwa molekul air terikat dalam kisi kristalnya, sehingga perhitungan bobot molekul untuk penimbangan kuantitatif perlu mengacu pada keterangan hidrasi di label kemasan. Sebagai garam natrium, bahan ini merupakan padatan yang stabil pada suhu ruang dan jauh lebih mudah ditangani daripada bentuk asam sulfonat bebasnya yang bersifat sangat korosif serta higroskopis.

Di Indonesia, senyawa ini digunakan pada laboratorium kimia organik dan kimia material perguruan tinggi, laboratorium riset industri zat warna dan tekstil, serta laboratorium analitik yang mengembangkan metode pemisahan senyawa ionik. Kemasan 25 g memberikan keleluasaan untuk menjalankan serangkaian percobaan sintesis, optimasi kondisi reaksi, sekaligus menyediakan cadangan untuk pengulangan dan validasi hasil.

  • Building block simetris untuk sintesis bahan antara aromatik, karena kedua gugus sulfonat yang setara menyederhanakan perencanaan reaksi dan penafsiran hasil spektroskopi.
  • Prekursor pembuatan turunan naftalena difungsional, sebab gugus sulfonat dapat diubah menjadi sulfonil klorida maupun gugus lain melalui reaksi lanjutan.
  • Reagen pasangan ion dan pengubah fase gerak pada kromatografi cair, karena muatan negatif gandanya berinteraksi kuat dengan analit kationik.
  • Penelitian kimia supramolekul dan bahan berpori, mengingat anion aromatik difungsional sering dipakai sebagai templat atau penghubung dalam perakitan struktur.
  • Studi elektrolit dan kekuatan ion larutan berair, sebab garam ini memberi anion aromatik bermuatan dua yang terdefinisi jelas dan stabil.

Merek TCI
Nomor CAS 1655-29-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan hidrat, larut air
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering; perhatikan keterangan kadar hidrat pada label untuk perhitungan kuantitatif

Sebagai garam terhidrat, kandungan air kristalnya dapat berubah bila wadah dibiarkan terbuka di udara lembap, sehingga penutupan rapat setelah setiap pengambilan sangat penting untuk menjaga akurasi penimbangan. Simpan di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, terpisah dari asam pekat dan oksidator kuat. Gunakan spatula kering dan bersih, serta hindari pemanasan berlebihan yang dapat mengubah derajat hidrasi bahan. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium selama penanganan, dan lakukan penimbangan serbuk pada area berpenghisap agar debu tidak terhirup oleh operator.

  • ZHANG dkk. (2017). Catalytic Synthesis and Purification of Bisphenol S by the Products of Converted Disodium Naphthalenedisulfonate. Chinese Journal of Applied Chemistry doi:10.3724/j.issn.1000-0518.2017.5.0
  • Lin dkk. (2025). Interfacial regulation via configuration screening of a disodium naphthalenedisulfonate additive enabled high-performance wide-pH Zn-based batteries. Energy & Environmental Science doi:10.1039/d4ee04212c

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.