Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1655-45-4

Disodium 2,6-Naphthalenedisulfonate TCI N0013

Disodium 2,6-Naphthalenedisulfonate TCI N0013

Identitas Kimia

No. CAS
1655-45-4
PubChem
CID 3014027·SID 87573424
Rumus molekul
C10H6Na2O6S2
Berat molekul
332.3 g/mol
Kemurnian
>90.0%(T)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
disodium;naphthalene-2,6-disulfonate
SMILES
C1=CC2=C(C=CC(=C2)S(=O)(=O)[O-])C=C1S(=O)(=O)[O-].[Na+].[Na+]
InChIKey
WZZLWPIYWZEJOX-UHFFFAOYSA-L
Harga reguler Rp 1.035.300,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.035.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI N0013 Disodium 2,6-Naphthalenedisulfonate dengan nomor CAS 1655-45-4 adalah garam dinatrium dari asam naftalena-2,6-disulfonat, sebuah isomer bersulfonat pada kedua posisi beta cincin naftalena. Susunan 2,6 ini memiliki arti khusus dalam kimia organik karena merupakan pola substitusi linear yang menjadi dasar berbagai bahan antara penting, termasuk jalur menuju turunan naftalena difungsional. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai building block non-heterosiklik, sumber anion aromatik bermuatan dua, serta bahan rujukan pada studi pemisahan isomer naftalenadisulfonat.

Sifat yang menjadikannya pilihan adalah simetri molekulnya yang tinggi sekaligus geometri linear yang membuat jarak antara kedua gugus fungsi menjadi maksimal, hal yang penting ketika senyawa ini digunakan sebagai penghubung dalam perakitan molekul besar. Kedua gugus sulfonatnya bersifat asam kuat dan telah berada dalam bentuk garam, sehingga bahan berwujud padatan yang stabil, tidak higroskopis secara ekstrem, dan mudah ditimbang. Kelarutan yang baik dalam air memungkinkan reaksi dan analisis dijalankan pada medium berair. Kerangka aromatiknya juga memberikan serapan ultraviolet khas yang berguna untuk pemantauan proses.

Laboratorium Indonesia menggunakan senyawa ini dalam riset kimia organik sintetik, pengembangan bahan polimer dan zat warna di laboratorium industri, serta pengembangan metode analitik untuk membedakan isomer posisi sulfonat. Kemasan 25 g memberikan jumlah yang memadai untuk rangkaian percobaan optimasi, pembuatan larutan baku, sekaligus menyediakan cadangan bagi pengulangan eksperimen yang diperlukan dalam validasi metode.

  • Building block bergeometri linear untuk sintesis turunan naftalena difungsional, karena pola substitusi 2,6 memberi jarak maksimal antara kedua gugus fungsi.
  • Bahan antara pada penelitian zat warna dan pigmen, sebab gugus sulfonat meningkatkan kelarutan air sekaligus daya ikat pewarna terhadap serat.
  • Reagen pasangan ion pada kromatografi cair fase terbalik, karena anion divalen aromatik ini mengubah retensi senyawa basa secara terkendali.
  • Baku pembanding untuk pengembangan metode pemisahan isomer naftalenadisulfonat, mengingat identitas posisionalnya pasti sehingga membantu penetapan puncak kromatogram.
  • Penelitian kimia material dan supramolekul, sebab anion aromatik linear kerap berperan sebagai templat atau penghubung dalam pembentukan struktur teratur.

Merek TCI
Nomor CAS 1655-45-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan, larut air
Penyimpanan simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik

Tutup wadah dengan rapat setelah setiap pengambilan agar serbuk tidak menyerap uap air dari udara laboratorium yang lembap. Simpan di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan jauh dari asam pekat, basa kuat, serta oksidator. Gunakan spatula bersih dan kering untuk setiap penimbangan, dan hindari mengembalikan sisa bahan ke wadah induk demi menjaga kemurnian persediaan. Selama penanganan, kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta lakukan pekerjaan penimbangan serbuk pada area berpenghisap. Larutan yang telah dibuat sebaiknya diberi label konsentrasi dan tanggal pembuatan yang jelas.

  • ZHANG dkk. (2017). Catalytic Synthesis and Purification of Bisphenol S by the Products of Converted Disodium Naphthalenedisulfonate. Chinese Journal of Applied Chemistry doi:10.3724/j.issn.1000-0518.2017.5.0
  • Lin dkk. (2025). Interfacial regulation via configuration screening of a disodium naphthalenedisulfonate additive enabled high-performance wide-pH Zn-based batteries. Energy & Environmental Science doi:10.1039/d4ee04212c

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.