1-Naphthol, dikenal pula sebagai alfa-naftol, adalah fenol aromatik dengan gugus hidroksil terikat pada posisi pertama kerangka naftalena. Senyawa ini merupakan salah satu bahan dasar paling klasik dalam kimia organik dan kimia analitik, digunakan baik sebagai blok pembangun sintesis maupun sebagai pereaksi uji warna. Di laboratorium, alfa-naftol dikenal luas sebagai pereaksi pada uji Molisch untuk mendeteksi keberadaan karbohidrat dan pada uji Sakaguchi untuk mendeteksi gugus guanidin pada arginin, dua prosedur yang masih rutin diajarkan pada praktikum biokimia.
Sifat yang membuatnya banyak dipilih adalah keaktifan cincin aromatiknya terhadap reaksi substitusi elektrofilik, terutama reaksi kopling dengan garam diazonium yang menghasilkan zat warna azo berwarna kuat. Gugus hidroksil fenolik memberikan keasaman lemah sehingga senyawanya larut dalam larutan basa dan dapat dipisahkan dengan mudah melalui ekstraksi. Inti naftalena menyumbang serapan ultraviolet dan pendaran yang berguna untuk deteksi analitik. Sebagai padatan, alfa-naftol dapat menggelap secara bertahap bila terpapar cahaya dan udara, sehingga penyimpanan yang tepat menjadi bagian penting dari pemeliharaan mutunya.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini digunakan pada praktikum biokimia dan kimia organik di perguruan tinggi, penelitian sintesis zat warna, serta pengembangan metode analisis kolorimetri. Pilihan kemasan 25 g, 100 g, dan 500 g memudahkan penyesuaian antara kebutuhan praktikum yang berulang setiap semester dengan kebutuhan penelitian atau pengujian rutin berskala lebih besar. Ketersediaan beberapa ukuran juga membantu laboratorium menjaga kesegaran pereaksi tanpa menumpuk persediaan berlebih.
- Pereaksi uji Molisch untuk deteksi karbohidrat, karena alfa-naftol bereaksi dengan furfural hasil dehidrasi gula membentuk cincin berwarna ungu yang mudah diamati.
- Pereaksi uji Sakaguchi untuk deteksi arginin, sebab senyawanya bereaksi dengan gugus guanidin pada suasana basa menghasilkan warna merah yang khas dan informatif.
- Sintesis zat warna azo, karena posisi orto dan para terhadap gugus hidroksil sangat aktif terhadap serangan garam diazonium sehingga kopling berlangsung cepat.
- Blok pembangun turunan naftalena terfungsionalisasi, mengingat gugus hidroksil dapat dialkilasi, diasilasi, atau diubah menjadi eter untuk membangun molekul target yang lebih kompleks.
- Pereaksi pada penelitian enzimatik menggunakan substrat naftil, sebab alfa-naftol yang dilepaskan dapat dikaitkan menjadi produk berwarna sehingga aktivitas enzim terukur secara kolorimetri.
| Merek | TCI, nomor katalog N0026 |
|---|---|
| Nomor CAS | 90-15-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g, 100 g, 500 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya dalam wadah tertutup rapat |
Simpan alfa-naftol dalam wadah asli yang tertutup rapat, sebaiknya botol gelap atau di dalam lemari tertutup, pada tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi baik. Paparan cahaya dan udara dapat membuat padatan berubah warna menjadi lebih gelap, sehingga botol hanya dibuka seperlunya dan ditutup kembali segera. Senyawa fenolik bersifat mengiritasi kulit dan mata, karena itu gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata, serta hindari terhirupnya debu dengan bekerja di lemari asam. Jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat, dan buang sisa serta larutan bekas sebagai limbah kimia sesuai prosedur laboratorium.
- (2013). Synthesis of 1-Naphthol via Oxidation of Potassium 1-Naphthyltrifluoroborate. Organic Syntheses doi:10.15227/orgsyn.090.0153
- (1997). 5484700 Method for assaying nucleic acids using naphthol derivative phosphate. Biotechnology Advances doi:10.1016/s0734-9750(97)88182-7
- Ali dkk. (2022). DFT STUDY ON THE CONFORMATIONAL CHANGE IN π-π STACKING INTERACTION OF NAPHTHALENE, α - NAPHTHOL AND β-NAPHTHOL SYSTEMS. RASAYAN Journal of Chemistry doi:10.31788/rjc.2022.1526929
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

