Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 135-19-3

2-Naphthol TCI N0027

2-Naphthol TCI N0027

Identitas Kimia

No. CAS
135-19-3
PubChem
CID 8663·SID 87573438
Rumus molekul
C10H8O
Berat molekul
144.17 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
naphthalen-2-ol
SMILES
C1=CC=C2C=C(C=CC2=C1)O
InChIKey
JWAZRIHNYRIHIV-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 637.350,00
Harga reguler Harga obral Rp 637.350,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2-Naphthol atau beta-naftol adalah isomer fenolik naftalena dengan gugus hidroksil pada posisi kedua. Senyawa ini termasuk bahan dasar paling penting dalam kimia zat warna dan kimia organik preparatif, karena cincin aromatiknya sangat aktif dan bereaksi cepat pada posisi bersebelahan dengan gugus hidroksil. Di laboratorium, beta-naftol lazim digunakan sebagai komponen kopling pada pembuatan zat warna azo, sebagai bahan awal berbagai reaksi klasik seperti reaksi Betti dan reaksi Bucherer, serta sebagai senyawa model pada praktikum yang mengajarkan reaktivitas fenol aromatik kepada mahasiswa.

Sifat yang membuatnya banyak dipilih adalah reaktivitas tinggi terhadap elektrofil pada posisi tertentu cincin, keasaman fenolik yang memungkinkan pelarutan dalam basa encer dan pengendapan kembali dengan pengasaman, serta kecenderungan kuat membentuk produk kristalin berwarna yang mudah dimurnikan. Kejelasan hasil reaksinya menjadikan beta-naftol sangat cocok untuk percobaan yang menuntut pengamatan visual, misalnya pembentukan endapan zat warna jingga hingga merah pada reaksi kopling diazonium. Sebagai padatan yang stabil pada suhu ruang, bahan ini mudah ditimbang dan disimpan, meskipun tetap perlu dilindungi dari cahaya agar warnanya tidak menggelap.

Di Indonesia, beta-naftol menjadi bahan andalan pada praktikum kimia organik, penelitian sintesis zat warna dan pigmen, serta kajian kimia tekstil di perguruan tinggi maupun laboratorium industri. Dua pilihan kemasan 25 g dan 250 g mengakomodasi kebutuhan percobaan skala kecil sekaligus praktikum dengan banyak kelompok mahasiswa yang memerlukan pasokan lebih besar secara berkala sepanjang semester akademik.

  • Komponen kopling pada sintesis zat warna azo, karena posisi bersebelahan dengan gugus hidroksil sangat aktif sehingga menghasilkan pewarna berwarna kuat dengan rendemen baik.
  • Bahan awal reaksi Betti, sebab beta-naftol bereaksi dengan aldehida dan amina membentuk aminoalkilnaftol yang berguna sebagai ligan kiral pada penelitian katalisis.
  • Praktikum kimia organik tentang reaktivitas fenol, karena perubahan warna dan pembentukan endapan mudah diamati sehingga konsep substitusi elektrofilik tersampaikan dengan jelas.
  • Sintesis turunan binaftol dan senyawa kiral, mengingat penggandengan oksidatif beta-naftol merupakan jalur klasik menuju kerangka yang banyak dipakai pada katalisis asimetris.
  • Bahan uji pada pengembangan metode analisis fenol, sebab sifat serapan ultraviolet dan perilaku kromatografinya terdokumentasi luas sehingga cocok sebagai senyawa acuan.

Merek TCI, nomor katalog N0027
Nomor CAS 135-19-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g, 250 g
Bentuk fisik padatan kristalin
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, terlindung cahaya, dalam wadah tertutup rapat

Simpan beta-naftol dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari cahaya langsung agar padatan tidak menggelap seiring waktu. Jauhkan dari bahan pengoksidasi kuat serta sumber panas dan nyala api. Senyawa fenolik dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan, sehingga penimbangan sebaiknya dilakukan di lemari asam dengan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata. Hindari menimbulkan debu saat menuang atau menyendok bahan. Bersihkan tumpahan secara mekanis, kumpulkan sebagai limbah kimia padat, dan cuci tangan menyeluruh setelah selesai bekerja.

  • Mohadesi dkk. (2010). Multiwalled carbon nanotube modified with 1-(2-pyridylazo)-2-naphthol for stripping voltammetric determination of Pb(ii). The Analyst doi:10.1039/c0an00115e
  • Patel dkk. (1999). Arylene Azo-Naphthol-Furfuraldehyde Oligomer Dyes. International Journal of Polymeric Materials doi:10.1080/00914039908012140
  • Grabowska dkk. (1997). Catalytic alkylation of 2-naphthol with C1−C3 alcohols. Research on Chemical Intermediates doi:10.1163/156856797x00286

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.