Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 581-97-5

N-(Naphthalen-2-yl)acetamide TCI N0051

N-(Naphthalen-2-yl)acetamide TCI N0051

Identitas Kimia

No. CAS
581-97-5
Kemurnian
>98.0%(GC)
Harga reguler Rp 3.472.350,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.472.350,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI N0051 N-(Naphthalen-2-yl)acetamide (CAS 581-97-5), atau 2-asetamidonaftalena, adalah amida yang terbentuk dari 2-naftilamina dan gugus asetil. Senyawa ini merupakan isomer posisi dari turunan asetamido pada cincin naftalena dan digunakan sebagai building block non-heterosiklik serta sebagai bahan pembanding analitik. Di laboratorium, keberadaannya penting untuk pekerjaan yang membutuhkan perbandingan langsung antara substitusi pada posisi alfa dan beta, baik pada studi mekanisme reaksi, pemetaan spektrum, maupun pengembangan metode pemisahan yang harus mampu membedakan dua isomer yang sangat mirip.

Sifat yang menjadikannya bernilai adalah kestabilan ikatan amida yang tinggi dipadukan dengan geometri linear khas substitusi beta pada naftalena. Bentuk molekul yang lebih lurus ini menghasilkan pola penumpukan kristal, titik lebur, dan perilaku kromatografi yang berbeda dari isomer alfa, sehingga senyawa ini menjadi pembanding yang sangat berguna dalam identifikasi. Inti naftalenanya memberikan serapan ultraviolet yang kuat dan pola spektrum inframerah maupun resonansi magnet inti yang khas. Kelarutannya yang baik dalam pelarut organik polar seperti etanol, metanol, dan dimetilsulfoksida memudahkan penyiapan larutan standar pada konsentrasi kecil sesuai ukuran kemasan yang tersedia.

Di laboratorium Indonesia, senyawa dengan kemasan kecil seperti ini umumnya digunakan sebagai standar rujukan pada validasi metode analisis, bahan pembanding pada studi isomer, atau reagen pada sintesis skala mikro. Kemasan 200 mg sangat sesuai untuk kebutuhan tersebut karena bahan pembanding biasanya dipakai dalam jumlah miligram namun harus terjamin identitasnya. Ukuran kecil juga membantu laboratorium menjaga persediaan tetap segar dan mengurangi beban pengelolaan limbah kimia yang tidak terpakai.

  • Bahan pembanding untuk membedakan isomer alfa dan beta naftalena, karena sifat spektrum dan waktu retensinya berbeda jelas sehingga identifikasi analit menjadi lebih meyakinkan.
  • Standar rujukan pada validasi metode HPLC dan kromatografi lapis tipis, sebab senyawa ini stabil dan memberi respons detektor ultraviolet yang konsisten antarpengukuran.
  • Zat antara sintesis turunan 2-naftilamina, karena gugus asetil melindungi nitrogen sehingga reaksi lanjutan pada cincin aromatik dapat berlangsung terkendali dan selektif.
  • Senyawa model pada studi hidrolisis amida, sebab laju pelepasan gugus asetil dapat diikuti dengan mudah menggunakan kromatografi maupun spektrofotometri ultraviolet.
  • Bahan uji pada pengembangan metode spektroskopi, karena pola serapan dan pergeseran kimianya khas sehingga cocok untuk kalibrasi maupun latihan interpretasi spektrum.

Merek TCI
Nomor CAS 581-97-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 200 mg
Bentuk fisik padatan kristalin (mengacu pada lembar data dan sertifikat analisis pabrikan)
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, terlindung dari cahaya, wadah tertutup rapat

Karena kemasannya kecil dan umumnya digunakan sebagai bahan pembanding, simpan vial dalam keadaan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan gelap agar identitas serta kemurniannya terjaga. Sebaiknya biarkan vial mencapai suhu ruang sebelum dibuka apabila disimpan pada suhu rendah, untuk mencegah pengembunan air di dalam wadah. Gunakan spatula bersih dan kering setiap kali mengambil bahan agar tidak terjadi kontaminasi silang. Jauhkan dari asam kuat, basa kuat, dan oksidator. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta tangani debu halus di area berventilasi memadai.

—