N-(2-Phenylethyl)acetamide dari TCI, dikenal juga sebagai N-asetilfenetilamina, adalah amida sederhana yang terbentuk dari fenetilamina dan gugus asetil. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai building block dan substrat model dalam sintesis organik. Contoh paling terkenal adalah penggunaannya pada reaksi Bischler–Napieralski untuk membentuk kerangka 3,4-dihidroisokuinolin, struktur dasar banyak alkaloid. Senyawa ini juga sering digunakan sebagai senyawa pembanding dalam studi metabolisme amina biogenik dan dalam pengujian metode analisis.
Bahan ini dipilih karena memadukan cincin aromatik, rantai etilen, dan gugus amida dalam satu molekul yang stabil dan mudah ditangani. Gugus amida melindungi nitrogen amina sehingga reaktivitasnya lebih terkendali dibanding amina bebas, sekaligus menjadi titik aktivasi untuk siklisasi intramolekul. Strukturnya yang sederhana menjadikannya substrat ideal untuk menguji metode reaksi baru, misalnya aktivasi amida, reduksi, atau fungsionalisasi C–H aromatik. Kestabilannya juga membuat bahan ini cocok dijadikan standar dalam kromatografi.
Di Indonesia, bahan ini bermanfaat bagi laboratorium kimia organik dan kimia farmasi di perguruan tinggi yang mengajarkan atau meneliti sintesis heterosiklik nitrogen, serta laboratorium analisis yang membutuhkan senyawa acuan berstruktur jelas. Kemasan 25g memungkinkan penggunaan berulang untuk praktikum lanjut, optimasi metode, dan sintesis seri senyawa turunan. AMI Scientific menyediakan produk TCI ini untuk mendukung kegiatan penelitian dan pendidikan di dalam negeri.
Produk TCI terkait
- Reaksi Bischler–Napieralski: siklodehidrasi amida ini dengan reagen seperti POCl3 menghasilkan 1-metil-3,4-dihidroisokuinolin, kerangka penting dalam sintesis alkaloid isokuinolin dan studi kimia medisinal.
- Substrat model pengembangan metode: struktur amida aromatik yang sederhana memudahkan evaluasi reaksi baru seperti aktivasi amida, reduksi, atau fungsionalisasi C–H tanpa gangguan gugus lain.
- Senyawa pembanding analisis: bahan murni ini dapat digunakan sebagai standar HPLC, GC, atau NMR saat mengidentifikasi produk asetilasi fenetilamina dalam sampel penelitian.
- Studi metabolisme amina biogenik: N-asetilasi merupakan jalur metabolisme penting, sehingga senyawa ini berguna sebagai referensi dalam penelitian biokimia dan metabolomik.
- Sintesis turunan amina sekunder: reduksi gugus amida menghasilkan N-etilfenetilamina yang dapat dijadikan bahan antara untuk penelitian ligan dan senyawa nitrogen lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
| Merek | TCI (kode produk P1066) |
|---|---|
| Nomor CAS | 877-95-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | umumnya padatan; konfirmasi pada label dan CoA TCI |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan dari oksidator kuat, asam kuat, dan basa kuat yang dapat menghidrolisis gugus amida. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium saat menimbang atau memindahkan bahan, dan bekerjalah di area berventilasi baik. Hindari terbentuknya debu dan kontak langsung dengan kulit. Catat tanggal pembukaan pada label dan rujuk SDS untuk informasi keselamatan lengkap.
- (2012). Synthesis of (R)-2-Methoxy-N-(1-Phenylethyl)Acetamide via Dynamic Kinetic Resolution. Organic Syntheses doi:10.15227/orgsyn.089.0255
- Hemaraju dkk. (2015). Growth, optical, thermal and dielectric studies of new organic nonlinear optical crystal (R)-2-cyano-N-(1-phenylethyl)acetamide. Optik doi:10.1016/j.ijleo.2015.07.047
- Sakota dkk. (2013). Infrared spectroscopy of hydrated N-(2-phenylethyl)acetamide clusters: The electron-redistribution within the solute weakens local hydrogen bond. Chemical Physics doi:10.1016/j.chemphys.2013.01.020
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
