2-Phenylethyl Isobutyrate dari TCI adalah ester yang terbentuk dari asam isobutirat dan 2-feniletanol. Senyawa ini termasuk ester aromatik non-heterosiklik dan dikenal di dunia wewangian dan perisa karena aromanya yang buah-buahan dengan nuansa mawar. Di laboratorium, ester ini dipakai sebagai *building block* sederhana, standar analitik untuk analisis senyawa volatil, dan bahan riset formulasi aroma maupun kajian esterifikasi.
Bahan ini dipilih karena strukturnya sederhana dan jelas: bagian feniletil yang aromatik dan bagian isobutiril yang bercabang, dihubungkan oleh ikatan ester. Sebagai ester volatil, senyawa ini cocok dianalisis dengan kromatografi gas dan spektrometri massa, sehingga berguna sebagai pembanding saat mengidentifikasi komponen aroma. Ikatan esternya dapat dihidrolisis atau ditransesterifikasi. Karena itu, senyawa ini juga berguna sebagai model untuk mempelajari reaksi ester dan aktivitas enzim lipase atau esterase.
Di Indonesia, bahan ini relevan untuk laboratorium teknologi pangan, kimia analitik, riset minyak atsiri, serta pengembangan produk wewangian dan kosmetik yang terus berkembang. Kemasan 25mL cocok untuk standar analitik, uji sensori skala kecil, dan riset akademik. Kemasan 500mL mendukung kebutuhan formulasi berulang atau pengembangan produk di laboratorium industri. Bahan ini juga bisa dipakai dalam praktikum sintesis dan analisis ester di perguruan tinggi.
Produk TCI terkait
- TCI A0692 103-45-7 2-Phenylethyl Acetate
- N-(1-Phenylethyl)acetamide, CAS 36065-27-7, TCI P3170
- 2-Phenylethyl Acrylate, CAS 3530-36-7, TCI P2888
- 2-Phenylethyl n-Octanoate, CAS 5457-70-5, TCI P2741
- 2-Phenylethyl Methacrylate (stabilized with HQ), CAS 3683-12-3, TCI P2714
- 2-Phenylethyl Propionate, CAS 122-70-3, TCI P1823
- Standar GC dan GC-MS: ester volatil ini dapat dipakai sebagai pembanding waktu retensi dan spektrum massa saat mengidentifikasi komponen aroma pada sampel pangan atau minyak atsiri.
- Riset formulasi wewangian dan perisa: aromanya yang buah-buahan dengan nuansa mawar membuatnya layak dievaluasi sebagai komponen dalam pengembangan formula aroma.
- Substrat model enzim lipase dan esterase: ikatan esternya dapat dihidrolisis oleh enzim, sehingga cocok untuk menguji selektivitas dan aktivitas biokatalis.
- Kajian sintesis dan transesterifikasi: senyawa ini berguna sebagai produk acuan atau bahan awal saat mempelajari kondisi esterifikasi dan transesterifikasi di laboratorium.
- Praktikum kimia organik: strukturnya yang sederhana memudahkan mahasiswa belajar interpretasi spektrum IR, NMR, dan massa untuk ester aromatik.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 103-48-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | cairan (dikemas dalam satuan volume; rujuk CoA) |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, jauh dari sumber panas dan api |
Simpan cairan ini dalam botol aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan terlindung dari cahaya langsung. Sebagai ester organik, jauhkan bahan dari sumber api, panas, dan oksidator kuat. Gunakan pipet atau alat ukur volume yang bersih dan kering, dan jangan mengembalikan sisa bahan ke botol utama untuk mencegah kontaminasi. Tangani di lemari asam atau ruang berventilasi baik, serta pakai sarung tangan nitril dan kacamata pengaman. Rujuk SDS untuk informasi bahaya yang lengkap.
- McGinty dkk. (2012). Fragrance material review on 1,1-dimethyl-2-phenylethyl isobutyrate. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/j.fct.2012.02.054
- Api dkk. (2024). RIFM fragrance ingredient safety assessment, 1,1-dimethyl-2-phenylethyl isobutyrate, CAS Registry Number 59354-71-1. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/j.fct.2024.114707
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








