2-Phenylethyl Propionate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi sintetik di laboratorium. Sebagai salah satu komponen dasar dalam sintesis senyawa organik, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa aromatik, ester, dan senyawa terkait. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembantu dalam reaksi esterifikasi atau reaksi substitusi.
Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, terdiri dari gugus fenil dan gugus propionat yang saling terhubung. Sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang baik membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk berbagai reaksi kimia. Selain itu, senyawa ini memiliki aroma yang khas, yang sering dimanfaatkan dalam pembuatan aroma buatan atau bahan bantu dalam analisis kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian kimia, termasuk dalam pengembangan bahan kimia baru, analisis komponen kimia, dan pembuatan senyawa sintetis. Karena ketersediaannya yang relatif mudah dan sifat kimianya yang baik, senyawa ini menjadi bahan yang sering dicari oleh para peneliti dan praktisi kimia di berbagai institusi pendidikan dan penelitian.
- Pembuatan senyawa aromatik dalam sintesis organik
- Pengujian reaktivitas senyawa ester dalam reaksi kimia
- Produksi bahan bantu aroma dalam analisis kimia
- Penelitian tentang sifat fisika dan kimia senyawa organik
- Penggunaan dalam analisis komponen kimia dalam sampel organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 122-70-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindungi dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil dan kering sangat disarankan. Saat mengambil atau memanfaatkan senyawa ini, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker respirator. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta jauhkan dari sumber panas atau bahan kimia yang reaktif.
- McGinty dkk. (2012). Fragrance material review on 1,1-dimethyl-2-phenylethyl propionate. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/j.fct.2012.02.047
- Ceynowa dkk. (1997). Lipase‐catalyzed kinetic resolution of (R,S)‐1‐phenylethyl propionate in an enzyme membrane reactor. Acta Biotechnologica doi:10.1002/abio.370170310
- Hernández-Fernández dkk. (2008). Ternary liquid–liquid equilibria for mixtures of an ionic liquid +n-hexane + an organic compound involved in the kinetic resolution of rac-1-phenyl ethanol (rac-1-phenyl ethanol, vinyl propionate, rac-1-phenylethyl propionate or propionic acid) at 298.2 K and atmospheric pressure. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2007.10.011
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
